Satgas Analogikan Penanganan Covid-19 seperti Swiss Cheese Model, Begini Penjelasannya

·Bacaan 1 menit
Petugas melewati layar pemantau yang menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Dari 3.580 orang yang menghubungi Posko COVID-19 DKI Jakarta, ada 64 kasus kategori Orang Dalam Pantauan dan 56 Pasien Dalam Pengawasan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan, vaksinasi dan kepatuhan akan protokol kesehatan harus berjalan beriringan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan vaksin saja. Tapi juga harus menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Wiku menganalogikan hal ini seperti Swiss Cheese Model.

Dia menuturkan, lapisan keju itu bagaikan setiap jenis intervensi penanganan Covid-19 dengan celahnya masing-masing. Namun, bisa berdampak signifikan dalam mencegah infeksi jika dilakukan bersamaan.

"Hal ini akan berlaku sebaliknya, jika masyarakat hanya mengandalkan satu intevensi tunggal, maka kekurangan yang ada tidak akan tersokong dan malah akan memperburuk keadaan," kata Wiku dalam keterangan tertulis Satgas Covid-19, Jumat (5/2/2021).

Wiku mengingatkan keberhasilan penanganan Covid-19 bukan hanya diukur dari tingkat efektivitas suatu intevensi, tapi juga sangat bergantung dengan lapisan proteksi majemuk.

"Karenanya, upaya vaksinasi yang dilakukan saat ini, tentunya tidak semata-mata menjadi satu-satunya upaya melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Vaksinasi tidak akan berhasil apabila tidak diimbangi dengan protokol kesehatan," tambah Wiku.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pencegahan Paling Efektif

Untuk itu, Wiku menyampaikan selama belum tercapai kekebalan komunitas atau herd immunity, maka pencegahan paling efektif adalah kepatuhan protokol kesehatan oleh seluruh individu.

Menurut dia, langkah penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan secara tunggal, harus komprehensif dengan melibatkan protokol kesehatan yang ketat demi menekan lebih banyak jumlah orang yang terinfeksi.

"Ke depannya saya berharap setiap elemen masyarakat, baik pemerintah, akademisi, komunitas, penggiat usaha maupun media memiliki pola pikir yang lebih luas dan mendalam. Untuk menjalankan upaya penanganan Covid-19 secara lebih komprehensif demi penanganan kesehatan yang lebih signifikan ke arah yang lebih baik," pungkas Wiku.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: