Satgas: Capaian vaksinasi "booster" kedua di Kepri bergerak lambat

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana menyatakan capaian vaksinasi keempat atau "booster" kedua untuk tenaga kesehatan di wilayah itu bergerak lambat.

"Vaksinasi 'booster' kedua agak lambat karena stok Vaksin Moderna yang digunakan sejak awal sudah habis. Baru-baru ini sudah masuk Vaksin Pfizer, yang digunakan untuk 'booster' kedua," kata Tjetjep di Tanjungpinang, Selasa.

Pemerintah pusat telah mendistribusikan Pfizer sebanyak 16.056 dosis untuk Pemprov Kepri.

Tjetjep mengungkapkan jumlah tenaga kesehatan yang divaksinasi 'booster' kedua juga masih sedikit. Sehari yang lalu hanya lima orang, dan hari ini empat orang.

Baca juga: Satgas: Vaksinasi penguat dosis kedua nakes Kepri capai 4.608 orang

Baca juga: 2.147 nakes Batam telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 penguat kedua

Jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi 'booster' kedua sebanyak 4.745 orang atau 33,60 persen.

Ia meyakini capaian vaksinasi "booster" bergerak tidak cepat bukan disebabkan ketidakinginan tenaga kesehatan, melainkan faktor lainnya, seperti ketersediaan waktu.

"Harus ganti-gantian sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal," ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu mengemukakan capaian program vaksinasi untuk tenaga kesehatan biasanya bergerak cepat karena mereka paham betul bahwa vaksinasi itu kebutuhan di masa pandemi.

Tenaga kesehatan di Kepri yang sudah vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan di wilayah itu mencapai 20.295 orang atau 143,72 persen, dosis kedua 19.974 orang atau 141,45 persen, dan dosis ketiga mencapai 18.158 orang atau 128,59 persen.

"Capaian vaksinasi dosis pertama hingga ketiga melebihi target," ujarnya.

Tjetjep menjelaskan program vaksinasi masih terus berjalan. Ia berharap masyarakat mendukung program ini agar segera mencapai target. Pencapaian target ini berhubungan dengan program penguatan kekebalan tubuh secara komunal agar tidak mudah terserang COVID-19, dan mudah lebih mudah sembuh bila terinfeksi COVID-19.

Terkait jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri, Tjetjep menyatakan penambahan pasien masih terjadi setiap hari, meski tidak signifikan. Setiap hari juga ada pasien yang sembuh.

Kasus aktif COVID-19 di Kepri tinggal 103 orang, berkurang lima orang dibanding kondisi sehari sebelumnya. Kasus aktif di Kepri tersebar di Kota Batam 48 orang, Tanjungpinang 26 orang, Karimun lima orang, Bintan 23 orang dan Lingga satu orang.

Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna nihil kasus aktif. "Kasus kematian akibat COVID-19 jarang terjadi," katanya.*

Baca juga: Dinkes Kepri sasar 14.000 nakes dapat vaksinasi COVID-19 booster kedua

Baca juga: Debarkasi Batam sediakan sentra vaksin penguat untuk jamaah haji