Satgas COVID-19 Akan Tes Rapid dan Swab Pesantren Habib Rizieq

Daurina Lestari, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor akan kembali menggelar tes rapid dan swab untuk melacak adanya klaster COVID-19 usai kerumunan massa di Gadog hingga Megamendung. Tes juga akan dilakukan di sekitar, dan dalam pesantren Markaz Syariah milik Habib Rizieq.

"Pembahasan penanganan HRS, tadi dievaluasi bahwa langkah-langkah yang telah kita lakukan, dan langkah-langkah yang sedang kita lakukan. Di antaranya yang telah kami lakukan, kita mencoba melakukan uji sampel rapid di dua desa, kemudian dilakukan penyemprotan di enam desa. Kemudian uji rapid di seputar pondok pesantren gitu ya," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, Selasa 24 November 2020.

Lanjut Irwan, pihaknya juga akan berusaha untuk melakukan tes di dalam pesantren. “Tentunya diperlukan komunikasi yang lebih lanjut dengan pengurus pondok pesantrennya," katanya.

Baca juga: Indeks Demokrasi Provinsi DKI Jakarta Tertinggi di Indonesia

Satgas akan berusaha berkomunikasi dengan pihak pondok pesantren agar tidak terjadi kendala untuk menggelar rapid dan swab test. Satgas juga akan mengirimkan petugas ke sana sebelum pelaksanaan

Irwan menambahkan, selain pesantren dan lingkungan sekitarnya, Satgas akan memperluas titik rapid dan swab test. Tujuannya agar mencegah klaster baru.

"Kita akan memperluas juga masyarakat yang akan di pondok pesantren itu. Tujuannya kita agar tidak terjadi klaster. Upaya kita melindungi masyarakat," jelas Irwan.

Irwan menjelaskan, hasil rapid dan swab sebelumnya dilakukan di dua desa. Sebanyak 558 sampel dengan 20 hasil reaktif menjalankan swab. Hasilnya hingga hari ini masih belum keluar.

Di lokasi yang sama, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, wakil ketua Satgas COVID-19 menjelaskan, belum menerima hasil swab yang ada di Megamendung.

"Mungkin nanti, biasanya kan gini, yang reaktif di-swab, mungkin swab-nya ini kita nunggu hasil. Jadi kami belum dapat laporan adanya penambahan positif," kata Iwan.