Satgas Covid-19: Aksi Bom di Makassar Bertentangan dengan Nilai Kemanusiaan di Tengah Pandemi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito turut mengecam aksi bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Dia menyebut, aksi tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi di tengah pandemi Covid-19.

"Kejadian aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan tentunya sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang seharusnya semakin dijunjung tinggi di tengah pandemi ini," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/3/2021).

Wiku mengatakan, saat ini seluruh negara di dunia bekerja keras menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman Covid-19. Sementara kelompok tertentu di tanah air melakukan tindakan bunuh diri.

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini berharap puluhan korban luka-luka akibat bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar segera sembuh.

"Semoga para korban yang saat ini dirawat di rumah sakit dapat lekas sembuh sehingga dapat kembali beraktivitas," ujarnya.

Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar terjadi pada Minggu (28/3) pukul 10.30 waktu setempat. Pelaku bom bunuh diri diketahui sebanyak dua orang, yakni sepasang suami istri.

Akibat bom bunuh diri tersebut, 20 orang mengalami luka-luka. Mereka di antaranya jemaat dan petugas Gereja Katedral Makassar.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: