Satgas COVID-19 IDI rekomendasikan pengoptimalan kebijakan pandemi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merekomendasikan beberapa langkah dalam proses penanganan pandemi saat ini termasuk mengoptimalkan kebijakan seperti konsolidasi program vaksinasi COVID-19.

"Ada tiga rekomendasi yang pertama adalah meneruskan dan mengoptimalkan segala macam kebijakan yang terbukti efektif untuk menanggulangi COVID-19 seperti konsolidasi program vaksinasi nasional," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 IDI Dr. dr. Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual diikuti dari Jakarta, Jumat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, TNI dan Polri tersebut diperlukan untuk meningkatkan cakupan vaksin dosis penguat atau booster.

Selain itu perlu dipastikan penerapan protokol kesehatan dan pengujian (testing) serta pelacakan (tracing) untuk memungkinkan tingkat positif Indonesia turun ke bawah lima persen.

Rekomendasi kedua adalah pemerintah memfasilitasi dan bekerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak yang ingin mendorong kesuksesan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca juga: Subvarian Omicron dominasi 81 persen varian COVID-19 nasional

Baca juga: Satgas COVID-19: Cakupan vaksinasi penguat nasional baru 24 persen

"Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan kembali perhatian yang selama ini perhatiannya berkurang karena COVID-19, ayo kembali memberikan perhatian dan membuat program strategis untuk menghadapi masalah kesehatan lainnya," tutur Erlina.

Dia mengingatkan bahwa masalah kesehatan di Indonesia bukan hanya COVID-19 tapi terdapat juga penyakit menular lain seperti tubercolosis dan penyakit tidak menular seperti kanker.

Satgas COVID-19 IDI juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan PHBS mulai dari sendiri dan keluarga serta membantu sosialisasinya di lingkungan sekitar. PHBS, katanya, menjadi salah satu kunci untuk menanggulangi COVID-19

Erlina juga mendorong masyarakat untuk menyelesaikan program vaksinasi COVID-19 termasuk untuk dosis booster dan menaati aturan pemerintah terkait penanggulangan COVID-19.

Baca juga: Satgas: DKI sumbang kasus COVID-19 tertinggi mingguan nasional

Baca juga: Satgas: Vaksinasi di lima provinsi masih di bawah rata-rata nasional