Satgas Covid-19 Ingatkan Sanksi Hukum Bagi Penyebar Hoaks Vaksin Covid-19 Anak-Anak Tidak Aman

·Bacaan 2 menit
Tenaga kesehatan bertopeng superhero menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang anak saat melayani vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menegaskan vaksin covid-19 aman bagi anak-anak. Ia mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoaks terkait vaksin covid-19 bagi anak-anak tersebut.

Belakangan viral di media sosial video yang menyebut vaksin covid-19 merupakan bahan ujicoba bagi anak-anak Indonesia. Video itu juga mengajak masyarakat agar anaknya tidak usah divaksin covid-19.

Padahal vaksin covid-19 bagi anak-anak sudah mendapat izin dari BPOM sejak November lalu. Pelaksanaan vaksin covid-19 bagi anak-anak berusia 6-11 tahun juga sudah dilakukan sejak 14 Desember 2021.

"Mohon siapapun untuk tidak membuat konten informasi yang salah dan tidak berbasis fakta serta data ilmiah dari sumber terpercaya. Karena terdapat sanksi hukum apabila menyebar dan menimbulkan misinformasi atau disinformasi," ujar Wiku seperti dilansir laman covid19.go.id.

"Vaksin anak usia 6-12 tahun adalah usaha perlindungan ekstra bagi anak-anak dan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, kami juga meminta masyarakat bijak dalam menerima informasi dan tidak menyebarluaskan atau membuat konten video tanpa basis ilmiah," katanya menegaskan.

Wiku mengingatkan informasi terkait vaksin covid-19 bisa diperoleh dari sumber seperti laman resmi pemerintah, media massa terpercaya, dan juga kajian ilmiah.

"Pandemi telah berjalan selama hampir dua tahun, masyarakat harus semakin cerdas menerima informasi. Jangan ikut menyebarkan konten tanpa basis ilmiah yang semata-mata dibuat untuk menyebarkan ketakutan," ujarnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel