Satgas COVID-19 Jepang peringatkan bahaya siswa menonton Paralimpiade

·Bacaan 2 menit

Satgas COVID-19 Jepang memperingatkan bahwa program yang didukung pemerintah, yang akan memungkinkan siswa sekolah menjadi penonton di Paralimpiade Tokyo, berbahaya dengan alasan tingginya jumlah kasus di negara tersebut.

"Status infeksi jauh lebih buruk saat ini" dibandingkan dengan ketika Olimpiade Tokyo, yang berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus, menurut ketua subkomite pemerintah untuk penanggulangan COVID-19 Shigeru Omi dalam sidang parlemen jelang Paralimpiade, seperti dikutip dari Kyodo, Kamis.

"Ketika dipertimbangkan dalam keadaan seperti itu, ada kesimpulan alami untuk batal," kata Omi saat ditanya oleh seorang anggota parlemen partai opsisi terkait izin bagi siswa untuk hadir di arena Paralimpiade.

Komite Paralimpiade Internasional (IPC), panitia penyelenggara, pemerintah metropolitan Tokyo dan pemerintah Jepang awal pekan ini sepakat untuk melarang penonton di semua arena Paralimpiade, yang berada di Tokyo dan prefektur Chiba, Saitama dan Shizuoka.

Namun, mereka menegaskan bahwa sebagai pengecualian, siswa sekolah lokal yang mengambil bagian dalam program pendidikan yang didukung pemerintah akan diizinkan untuk menonton kompetisi secara langsung, jika pemerintah kota dan sekolah menginginkannya.

Baca juga: Kasus COVID-19 pertama dilaporkan di kampung atlet Paralimpiade
Baca juga: Tanpa penonton, Paralimpiade Tokyo diyakini gaet miliaran pemirsa

Jepang sedang bergulat dengan gelombang infeksi kasus COVID-19 terbesarnya, dengan jumlah kasus baru secara nasional mencapai 23.000 kasus, rekor tertinggi lainnya yang dicatatkan pada Rabu. Dari jumlah tersebut, 5.386 kasus terjadi di Tokyo dan 2.296 kasus di Osaka, yang memecahkan rekor.

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat COVID-19 yang mencakup Tokyo dan lima prefektur lainnya hingga 12 September, melewati tanggal akhir sebelumnya 31 Agustus, sembari memperluas kebijakan tersebut ke tujuh prefektur lainnya.

Dalam rapat bersama parlemen tersebut, Omi juga mendesak pemerintah untuk mendirikan lebih banyak fasilitas medis dan akomodasi darurat untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.

Baca juga: Komite Paralimpiade minta peserta waspadai lonjakan COVID-19 di Tokyo
Baca juga: Presiden IOC akan kembali ke Tokyo untuk acara pembukaan Paralimpiade
Baca juga: Kampung Atlet kembali dibuka sepekan jelang Paralimpiade Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel