Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Jadikan Sekolah Swasta Tempat Isolasi Terpusat

·Bacaan 2 menit
Pasien COVID-19 menjalani perawatan di dalam tenda darurat di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/06/2021). Puluhan pasien covid-19 saat ini dirawat dalam tenda darurat karena keterisian tempat tidur yang penuh akibat lonjakan kasus. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menjadikan sebuah sekolah swasta sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19. Hal ini menyusul penuhnya tempat isolasi akibat lonjakan kasus Covid-19 di wilayah sebelah timur Jakarta itu.

"Kita akan gunakan gedung sekolah untuk tempat isolasi terpusat, sebab kondisi tempat isolasi di Kabupaten Bekasi dalam kondisi penuh," kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, pengalihfungsian sekolah swasta sebagai tempat isolasi merupakan kali pertama di Kabupaten Bekasi. Sekolah swasta yang terletak di Desa Jatireja, Cikarang Timur itu akan digunakan sebagai tempat isolasi warga sekitar yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Gedung sekolah, kata Hendra, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti AC dan WiFi. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi pasien selama menjalani isolasi.

"Dengan fasilitas tersebut diharapkan imunitas warga yang menjalani isolasi menjadi meningkat dan cepat sembuh," ujarnya.

Hendra menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah tenaga medis yang bertugas mengawasi perkembangan kesehatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 selama 24 jam.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kuota Tempat Tidur Pasien Non Covid-19 Dikurangi

Diketahui tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupacy Rate (BOR) pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Bekasi, sudah mencapai 100 persen. Dari total kapasitas 240 tempat tidur, sebanyak 180 unit diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

Banyaknya pasien yang masih terus berdatangan, membuat pihak rumah sakit terpaksa mengurangi kuota tempat tidur pasien non covid-19.

"Tadinya 50-50 persen. Sekarang perbandingannya sudah 70 persen pasien covid dan 30 noncovid-19," kata Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, dr Sumarti.

Melihat angka kasus yang masih sangat tinggi, pihak RSUD untuk sementara waktu tidak membuka layanan IGD bagi pasien non covid-19. Pasien non covid-19 akan tetap dilayani di poliklinik khusus.

"Kami sudah menyiapkan jalur khusus menuju atas (poliklinik) agar tidak kontak langsung dengan pasien Covid-19. Kalau ada pasien non covid yang kondisinya sudah kritis, kami juga sudah siapkan rujukan," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel