Satgas COVID-19 Kaltim: Mahakam Ulu dan Berau bertahan di zona hijau

Dua daerah di Provinsi Kalimantan Timur yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau mampu bertahan di zona hijau COVID-19, berdasarkan pembaruan data kasus harian Satgas COVID-19 Kaltim, Sabtu.

Sedangkan delapan daerah lainnya yakni Balikpapan, Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, Samarinda, Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara berada di zona kuning dengan masih adanya pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah masing- masing yang menjalani perawatan atau isolasi.

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Sabtu, menyampaikan sejumlah daerah di antaranya Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara punya potensi menyusul ke zona hijau karena ketiga wilayah tersebut hanya menyisakan satu pasien yang menjalani perawatan.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Kaltim tersisa 11 orang

Sementara peluang lima wilayah lainnya untuk menuju zero kasus diprediksi masih panjang, mengingat pasien positif di wilayah tersebut jumlahnya jauh lebih banyak.

" Secara keseluruhan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih menjalani perawatan di wilayah Kaltim berjumlah 20 orang," kata Andi Muhammad Ishak.

Andi menyebutkan jumlah pasien yang menjalani perawatan tersebut sama persis dengan data pada hari sebelumnya atau Jumat (3/6) karena pada update kasus harian saat ini tidak ditemukan penambahan kasus baru baik terkonfirmasi positif, sembuh atau meninggal dunia.

Baca juga: Pemprov Kaltim terbitkan aturan terbaru PPKM

Andi mengungkapkan untuk sebaran pasien terkonfirmasi positif yang menjalani perawatan di Bontang 5 orang, Balikpapan 4 orang, Kutai Barat 3 orang, Kutai Timur 3 orang, Samarinda 2 orang, Kutai Kartanegara 1 orang, Paser 1 orang dan Penajam Paser Utara 1 orang.

"Data keseluruhan kasus COVID-19 di Kaltim sejak pertama kali kasus muncul pada tahun 2020 hingga sekarang yakni untuk kasus terkonfirmasi positif sebanyak 206.334 kasus, kasus sembuh 200.559 kasus dan meninggal dunia 5.715 kasus," jelas Andi.

Baca juga: Semua kecamatan di Kabupaten PPU Kaltim masuk zona hijau COVID-19

Dia mengingatkan selama melewati masa pandemi dalam kurun dua tahun terakhir faktanya telah memakan banyak korban meninggal dunia.

Dengan fakta tersebut, Andi berharap masyarakat tidak lengah dan selalu mawas diri dengan potensi penularan virus, meski sejumlah kebijakan terkait pembatasan kegiatan masyarakat oleh Pemerintah telah dikendurkan.

" Penularan kasus masih terus terjadi meski dalam skala kecil, oleh sebab itu kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan masing- masing," pesan Andi Muhammad Ishak.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 395 orang

Baca juga: Jumat kasus COVID-19 RI bertambah 372 orang terbanyak DKI Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel