Satgas Covid-19: Kasus Covid-19 Masih Rentan Melonjak Bila Tak Patuh Prokes

·Bacaan 2 menit
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling untuk warga Kelurahan Malaka Jaya di RPTRA Bunga Rampai, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksinasi COVID-19 keliling diberikan untuk anak-anak dan dewasa usia 12-59 tahun. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting mengatakan, Indonesia masih rentan mengalami lonjakan kasus Covid-19. Hal ini dilihat dari penambahan angka kematian Covid-19 pada 6 September 2021 yang mencapai 612 orang.

"Sehingga ini masih rentan untuk terjadinya lonjakan (kasus Covid-19) kalau misalnya masyarakat tidak patuh (terhadap protokol kesehatan)," kata Alex dalam diskusi, Selasa (7/9/2021).

Selain angka kematian tinggi, masih adanya varian baru termasuk varian Delta bisa memicu kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air. Belum lagi, kata Alex, jika varian baru Covid-19 dari luar negeri masuk ke Indonesia.

"Bahwa di Indonesia banyak varian baru yang sudah masuk, termasuk Delta yang sewaktu-waktu bisa melonjak kembali kalau misalnya kita tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik," ujarnya.

Alex mengakui perkembangan Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali kini membaik. Hal ini ditandai dengan persentase bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 berada di bawah 30 persen.

Kemudian, positivity rate Covid-19 nasional sudah berada di bawah 10 persen. Namun, positivity rate Indonesia belum mencapai standar aman Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yakni maksimal 5 persen. "Jadi prinsipnya, Pulau Jawa dan Bali sudah banyak perbaikan," kata dia.

Jangan Lengah Terapkan Prokes

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Protokol kesehatan merupakan kunci menekan penyebaran Covid-19, selain vaksinasi.

"Untuk masyarakat, kami ingatkan kembali walaupun kita sudah mencapai kondisi yang lebih baik dibandingkan kondisi di bulan Juli, bukan berarti ancaman terhadap peningkatan, lonjakan kasus itu sudah selesai," katanya dalam konferensi pers '100 Juta Suntikan Vaksin Covid-19' yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu 1 September 2021.

Nadia menekankan, penambahan varian dan mutasi dari virus SARS-CoV-2 itu masih bisa terjadi. Munculnya varian baru Covid-19 bisa memicu lonjakan kasus dan kematian.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel