Satgas Covid-19: Kasus Positif Menurun, Zona Merah malah Meningkat

·Bacaan 1 menit
Tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di zona merah Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11/2020). Total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia hari ini mencapai angka 502.110 usai penambahan harian sebanyak 4.442. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan kasus positif Covid-19 mengalami penurunan sebesar 25 persen pada periode 8 sampai 14 Februari 2021.

Namun, penurunan kasus positif tidak sejalan dengan perubahan peta zonasi Covid-19.

Pada periode yang sama, wilayah yang masuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap Covid-19 justru meningkat. Dari sebelumnya 43 kabupaten dan kota, kini meningkat menjadi 44.

"Meskipun pada minggu ini terjadi penurunan kasus (positif Covid-19), namun zonasi tetap mengalami pergeseran ke arah yang lebih berisiko. Artinya penurunan kasus saja tidak cukup untuk membuat sebuah kabupaten kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Zona Hijau dan Kuning Menurun

Selain zona merah, zona oranye atau berisiko sedang terhadap Covid-19 juga meningkat. Pekan sebelumnya 346 kabupaten dan kota, kini meningkat menjadi 359.

"Sebaliknya zona kuning dan zona hijau yang seharusnya diupayakan agar bertambah jumlahnya malah mengalami penurunan. Zona kuning jumlahnya menurun dari 109 menjadi 96 kabupaten kota. Sedangkan zona hijau jumlahnya menurun dari 12 menjadi 11 kabupaten kota," sambung dia.

Wiku menjelaskan, zona risiko Covid-19 dianalisis beradasarkan tiga indikator. Yakni, epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: