Satgas COVID-19 Kulon Progo minta desa menyiagakan tempat karantina

·Bacaan 2 menit

Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong setiap desa memperketat pengawasan protokol kesehatan dan menyiagakan kembali tempat karantina bagi pendatang untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana di Kulon Progo, Senin, mengatakan dirinya sudah meminta seluruh camat untuk berkoordinasi dengan kepala desa agar menyiapkan tempat-tempat karantina yang nantinya ditujukan bagi pendatang ketika baru datang dari luar daerah.

Menurut dia, tempat karantina di tingkat desa juga penting kehadirannya untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Terlebih saat ini seluruh dunia saat ini tengah dihebohkan dengan varian Omicron yang penularannya semakin cepat.

"Untuk mengantisipasinya harus melakukan karantina. Saat ini kami tengah menyiapkan regulasi dan sarana prasarananya," kata Fajar.

Baca juga: Kulon Progo optimalkan 246 shelter untuk pasien COVID-19 gejala ringan

Baca juga: Satgas COVID-19 Kulon Progo catat penambahan delapan kasus baru

Ia mengatakan selama Januari ini, jumlah kasus aktif COVID-19 di Kulon Progo bertambah 26 kasus, yang mayoritas disebabkan adanya kontak dengan pelaku perjalanan dari luar daerah saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. Hal ini membutuhkan perhatian semua pihak, termasuk pemerintah desa.

"Pemerintah desa harus kembali menegakkan protokol kesehatan dan melakukan pengawasan terhadap pendatang secara ketat untuk menekan potensi penyebaran COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengatakan peningkatan kasus COVID-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru 2022 sudah diprediksi sejak awal. Hal ini dikarenakan setiap usai libur nasional akan terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Ia juga mengimbau kepada Satgas COVID-19 tingkat desa dan kecamatan untuk kembali memperketat pengawasan terhadap protokol kesehatan. Ia minta penerapan protokol kesehatan di masyarakat kembali ditingkatkan, mengingat ada potensi penyebaran COVID-19 pasca liburan Natal dan Tahun Baru 2022 ini.

"Kami minta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat, jangan sampai lengah," katanya.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Kulon Progo cegah Omicron melalui YIA

Baca juga: Dua persen sasaran vaksin anak di Kulon Progo tolak divaksin COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel