Satgas COVID-19: Libur akhir tahun bisa picu lonjakan kasus

·Bacaan 2 menit

Satgas COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan libur dan perayaan Natal dan tahun baru dapat memicu lonjakan kasus jika tidak diantisipasi secara baik oleh semua pihak.

"Berkaca dari tahun sebelumnya, Natal dan tahun baru mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus COVID-19, maka harus diantisipasi secara baik," kata Ketua Satgas COVID-19 Ansar Ahmad di Batam, Kamis.

Terlebih, saat ini masyarakat dihadapkan pada varian baru COVID-19 jenis Omicron yang penyebarannya 5 kali lebih cepat dari varian Delta.

Varian terbaru jenis itu telah menyebar di lebih dari 103 negara di dunia, termasuk di Indonesia. "Saat ini lima warga terkonfirmasi terinfeksi varian itu," ujarnya.

Baca juga: Satgas COVID-19 Kepri larang pesta tahun baru 2022

Baca juga: Satgas: Satu kasus baru COVID-19 muncul di Karimun Kepri

Guna mengantisipasi hal ini, Polri didukung TNI, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya hendaknya memfokuskan pengamanan melalui pelaksanaan operasi lilin, dengan menyasar objek-objek vital, mulai dari gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, pusat pusat perayaan tahun baru, termasuk terminal, pelabuhan, stasiun kereta hingga bandara.

Operasi lilin bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari terhitung dari tanggal 23 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022," ungkap Ansar.

Dia juga mengingatkan di tengah situasi pandemi COVID-19 yang sudah terkendali, aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Semua masyarakat harus terus menjaga penyebaran kasus ini dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, ia mengimbau penguatan PPKM Mikro sampai tingkat RT, dan meminta pengelola wisata mendapatkan sertifikasi CHSE.

Kemudian, melaksanakan penjagaan dan pengawasan tempat ibadah, pengawasan pada pelaku perjalanan, penguatan, dan pengawasan karantina pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia.

"Juga mengkonfirmasi langsung setiap adanya kasus konfirmasi, melakukan cek tes usap antigen acak kepada pelaku perjalanan, menutup alun-alun dan meniadakan segala kegiatan pergantian tahun hingga melakukan manajemen rekayasa lalu lintas," demikian Ansar.*

Baca juga: Pemprov Kepri pastikan data COVID-19 BNPB keliru

Baca juga: Asrama Haji Batam digunakan untuk karantina COVID-19 PMI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel