Satgas COVID-19 Mataram siapkan skema posko pengawasan mudik lebaran

·Bacaan 2 menit

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, siapkan skema posko pengawasan mudik Lebaran 1443 Hijriah sebagai langkah antisipasi kenaikan kasus COVID-19 karena kedatangan pemudik dari berbagai kota-kota besar di luar daerah.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Sabtu, mengatakan, posko pengawasan mudik lebaran akan dibuat pada beberapa titik strategis terutama pintu-pintu masuk kota.

"Pembuatan posko akan kita koordinasikan juga dengan jajaran TNI/Polri yang biasanya memantau arus mudik lebaran," katanya.

Menurutnya, pengawasan mudik lebaran difokuskan untuk pendisiplinan prokes COVID-19 terutama menggunakan masker dan telah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster.

"Vaksinasi booster kini menjadi salah satu syarat masyarakat yang akan mudik keluar daerah agar tidak melakukan tes usap antigen," katanya.

Baca juga: Damri Mataram siapkan 80 armada angkut pemudik Lebaran

Baca juga: Dinkes: Permintaan vaksin penguat meningkat setelah jadi syarat mudik

Dikatakan, dengan perkembangan COVID-19 yang saat ini cukup landai, pemerintah pusat memberikan relaksasi, tapi tetap pada bingkai protokol COVID-19 terutama menggunakan masker dan sudah booster.

"Karena itu, kita juga meminta kepada warga kota yang akan mudik ke luar daerah segera melakukan vaksinasi booster," kata Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram.

Lebih jauh Swandiasa menyebutkan, cakupan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster di Mataram sudah mencapai hampir 20 persen dari target sasaran 315.584 jiwa. Cakupan itu meningkat signifikan dibandingkan sebelum bulan puasa yang masih berada di bawah 10 persen.

Baca juga: Pemprov NTB minta kabupaten kota genjot vaksinasi penguat

Baca juga: Polda NTB dirikan enam pos penyekatan antisipasi arus mudik lebaran

Menurut Swandiasa, peningkatan cakupan booster selama bulan Ramadhan, seiring adanya kebijakan pemerintah menjadikan booster sebagai syarat untuk mudik Lebaran 2022.

Dengan demikian, layanan booster di RSUD Kota Mataram yang bisanya sehari maksimal 20-30 orang, kini mencapai hingga 150 orang lebih per hari, belum lagi layanan di 11 Puskesmas.

"Vaksinasi booster khusus untuk usia 18 tahun ke atas, sedangkan vaksinasi anak di bawah 18 tahun cukup sampai dosis kedua," katanya.

Berdasarkan data per tanggal 14 April 2022 dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB tercatat cakupan vaksinasi Kota Mataram untuk dosis pertama mencapai 365.695 atau 115,88 persen, dosis kedua 280.939 atau 89,02 persen.

Baca juga: Pekerja migran NTB diizinkan menyeberang di Pelabuhan Padangbai-Bali
Baca juga: Momen mudik harus dipersiapkan matang, guna dongkrak ekonomi daerah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel