Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Cari Tahu Penyebab Kematian Pasien

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta kepala daerah mencari tahu penyebab utama kematian pasien Covid-19.

Menurut dia, hal ini untuk mengetahui akar masalah masih meningkatnya kematian pasien Covid-19 di Indonesia.

"Seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama di daerahnya," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/9/2021).

Dia mengatakan, jika kepala daerah sudah menemukan penyebab utama kematian pasien Covid-19, maka harus dianalisis dengan kapasitas rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat isolasi atau pengawasan oleh pos komando.

Selain itu, lanjut Wiku, pemerintah daerah juga harus mengkategorikan kematian pasien Covid-19 berdasarkan kelompok umur maupun tingkat keparahan sakit.

"Pemerintah daerah tidak hanya wajib memahami data daerah, namun juga wajib mengaitkan satu data dengan yang lainnya agar dapat diidentifikasi masalah yang sebenarnya," kata dia.

Masih Menyisakan PR

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) untuk menurunkan angka kasus kematian akibat Covid-19 yang masih berada di atas rata-rata dunia.

"Persentase kasus aktif di Indonesia saat ini lebih rendah dari angka dunia, angka kesembuhan kita di atas rata-rata dunia. Tapi saya sepakat bahwa kita memang masih punya PR (pekerjaan rumah) di angka kematian yang masih di atas angka rata-rata dunia," kata dia, Rabu (1/9/2021).

Dewi mengatakan per tanggal 29 Agustus 2021 persentase kasus aktif di Indonesia sebesar 5,34 persen, sudah berada di bawah rata-rata dunia yang mencapai 8,56 persen.

Sedangkan angka kesembuhan pada 31 Agustus 2021 mencapai 72,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata kesembuhan Covid-19 di dunia saat ini 69,73 persen.

Namun persentase kasus kematian di Tanah Air masih mencapai 3,24 persen di atas rata-rata dunia yang mencapai 2,08 persen saat ini.

Meskipun angka kematian masih relatif tinggi di Indonesia, kata Dewi, namun dalam dua pekan terakhir menunjukkan tren penurunan dari rata-rata 1.000 kasus kematian per hari, menjadi sekitar 700 per hari.

"Terkait dengan angka kematian tertinggi di bulan Juli 2021, ternyata penyumbangnya bukan dari mereka yang berusia di atas 60 tahun, tapi justru di usia sekitar 46 sampai 59 tahun. Ada pergeseran usia," kata dia.

Reporter: Supriatin/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel