Satgas Covid-19: Positivity Rate Nasional Menurun, hanya Jakarta di Bawah 15 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan dari 34 provinsi di Indonesia, hanya DKI Jakarta yang memiliki positivity rate di bawah 15 persen.

Positivity rate merupakan persentase orang yang memiliki hasil tes positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang dites.

Standar aman World Health Organization (WHO), positivity rate sebuah wilayah yang terdampak Covid-19 hanya 5 persen.

"Hanya DKI Jakarta (positivity rate) sudah berada di bawah 15 persen yaitu 11,7 persen," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/8/2021).

Sementara itu, tercatat ada 10 provinsi memiliki positivity rate di atas 30 persen. Yaitu, Sulawesi Tengah 31,7 persen, Sulawesi Utara 33,3 persen, Sumatera Utara 33,8 persen, Sulawesi Barat 34,0 persen dan Jawa Tengah 36,6 persen.

Kemudian, Kalimantan Tengah 38,6 persen, Kalimantan Selatan 39,9 persen, Jambi 44,5 persen, Lampung 46,9 persen dan Aceh 51,55 persen.

"Positivity rate Aceh 51,55 persen menjadi yang tertinggi di Indonesia," jelasnya.

Wiku menambahkan, ada 33 provinsi di Indonesia mengalami penurunan kasus positif Covid-19 pada periode 22 Agustus 2021 jika dibandingkan dengan 15 Agustus 2021. Jawa Tengah menjadi provinsi yang paling banyak mengalami penurunan yaitu sebanyak 16.921 kasus, disusul Jawa Timur turun 6.410 kasus dan Jawa Barat turun 3.996 kasus.

"Hanya ada satu provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus mingguan yaitu Aceh yang naik 429 kasus dibandingkan minggu sebelumnya," sambungnya.

Bersamaan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, kesembuhan di Aceh menurun sebesar 1.291. Sedangkan kasus kematian Covid-19 di Kota Serambi Mekkah itu meningkat sebanyak 35.

Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 Aceh juga meningkat, dari sebelumnya hanya 56 persen kini menjadi 59 persen.

Koordinasi Pemda dengan Pemerintah Pusat

Seorang siswa menjalani vaksin COVID-19 di SMUN 20 Jakarta, Kamis (1/7/2021). Per tanggal 1 Juli 2021, anak-anak usia 12-17 tahun di DKI Jakarta sudah mulai mendapatkan vaksinasi. Agar anak-anak kita terlindungi dari wabah Covid-19 dengan varian baru. (merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang siswa menjalani vaksin COVID-19 di SMUN 20 Jakarta, Kamis (1/7/2021). Per tanggal 1 Juli 2021, anak-anak usia 12-17 tahun di DKI Jakarta sudah mulai mendapatkan vaksinasi. Agar anak-anak kita terlindungi dari wabah Covid-19 dengan varian baru. (merdeka.com/Imam Buhori)

Wiku meminta pemerintah daerah yang memiliki positivity rate tinggi dan mengalami kenaikan kasus positif untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah juga harus terus meningkatkan testing Covid-19 di wilayahnya.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini mengingatkan, positivity rate yang tinggi dapat terjadi karena testing Covid-19 yang rendah. Idealnya, testing Covid-19 dilakukan kepada 1 per 1.000 penduduk per minggu, sesuai standar WHO.

"Kemudian tekan kasus positif dengan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan serta pengaturan kegiatan sosial ekonomi masyarakat," tandas Wiku.

Reporter: Titin Supiriatin

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel