Satgas COVID-19 Target Tingkat Kesembuhan Pasien 100 Persen

Daurina Lestari, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebutkan, bahwa selama tahun 2020, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya menangani pandemi COVID-19. Mulai dari menekan penularan virus Sars Cov-2, hingga memulihkan perekonomian nasional dengan berbagai kebijakan yang membantu masyarakat.

Maka, di tahun 2021 ini Satgas COVID-19 akan terus melakukan penanganan angka kesembuhan, dan menekan angka kematian akibat Corona.

"Ke depannya kita harus mencapai target 100 persen kesembuhan, dan menekan angka kematian," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam akun Youtube BNPB di Jakarta, 1 Januari 2021.

Menurutnya, yang menjadi acuan terhadap perkembangan kasus COVID-19, yaitu angka kasus aktif, angka kesembuhan dan angka kematian. Perkembangannya pun cukup dinamis dalam perubahannya. Dari catatan data per 30 Desember 2020, kasus positif terus mengalami peningkatan yang signifikan, hingga jumlahnya mencapai 735.124 kasus.

Lalu, angka kematian diakui cenderung meningkat, namun masih dapat ditekan dengan jumlah 21.944 kasus atau 2,9 persen. Angka kesembuhan juga terus meningkat secara signifikan hingga mencapai 603.741 kasus atau persentasenya 82,12 persen dari pasien terkonfirmasi.

Baca juga: ASN Terlibat atau Sekadar Pakai Atribut FPI dan HTI Akan Disanksi

Untuk perkembangan kasus aktif tingkat kabupaten/kota, sangat bervariasi. Ada 27 kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian karena memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 kasus.

Sedangkan, untuk kapasitas testing (pemeriksaan) pasien COVID-19 terus mengalami peningkatan. Meski angkanya cenderung terlihat fluktuatif, namun Indonesia pernah meraih pencapaian angka testing tertinggi sebesar 96,35 persen dari target yang direkomendasikan World Health Organization (WHO).

"Namun di minggu ini, turun menjadi 83,31 persen. Pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kinerja ini," katanya.

Menurut Wiku, untuk pergerakan zonasi risiko tingkat kabupaten, kota, pergeserannya lebih ke arah zona oranye atau risiko sedang dalam beberapa Minggu terakhir ini. Pada zona merah atau risiko tinggi cenderung fluktuatif, dan zona hijau daerah tidak terdampak, dan tidak ada kasus baru, semakin sedikit jumlahnya.

Sebanyak 44 kabupaten, kota telah berada dalam zona oranye selama 16 minggu berturut-turut (6 September - 27 Desember). Sedangkan 16 kabupaten/kota berada di zona merah selama 4 berturut-turut minggu (6 - 27 Desember).

"Kita berharap di bulan ke-11 (Januari 2021), kita bisa melakukan gebrakan dimana zonasi dapat berubah cenderung ke zona hijau. Kita sudah banyak belajar selama 10 bulan. Sehingga tidak ada yang tidak mungkin, yaitu menurunkan risiko agar Indonesia didominasi zona yang lebih aman," tuturnya.

Jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Patuhi selalu protokol kesehatan dan lakukan selalu 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Menjauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker
#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun