Satgas COVID-19 Terkait Dugaan Timnas Indonesia Tidak Jalani Karantina Mandiri: Tak Ada Pengecualian

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan setiap orang yang melakukan perjalanan internasional, termasuk Timnas Indonesia harus menjalani karantina mandiri.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021.

"Semua pihak yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus mengikuti peraturan yang ada, yaitu SE Satgas COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021 termasuk di antaranya tentang persyaratan karantina kesehatan," kata Wiku Adisasmito kepada Bola.com, Minggu (17/10/2021).

Wiku juga memastikan tidak ada peraturan khusus bagi atlet Indonesia yang bertanding di luar negeri untuk tidak menjalani karantina mandiri, ketika tiba di Tanah Air.

Timnas Indonesia baru pulang dari Thailand pada 12 Oktober 2021 setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan agregat 5-1 pada 7 dan 11 Oktober 2021, untuk lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023.

"Tidak ada pengecualian," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pakar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut.

Belum 5 Hari, Sejumlah Pemain Timnas Indonesia Sudah Bela Klub

Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia unggul dengan skor agregat 5-1 mengingat sebelumnya memetik kemenangan 2-1 di leg pertama, Kamis (7/9/2021). (Dok. PSSI)
Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia unggul dengan skor agregat 5-1 mengingat sebelumnya memetik kemenangan 2-1 di leg pertama, Kamis (7/9/2021). (Dok. PSSI)

Hanya dua hari setelah pulang dari Thailand, Fachrudin Aryanto telah berlatih dengan Madura United. Selang tiga hari, Irfan Jaya juga bermain untuk PSS Sleman di BRI Liga 1 2021/2022.

Keduanya adalah pemain Timnas Indonesia di Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023. Apakah keduanya tidak menjalani karantina mandiri begitu tiba di Tanah Air?

Sebagian pemain Timnas Indonesia pulang ke Tanah Air pada 12 Oktober 2021. Sisa personel bersama pelatih Shin Tae-yong bergeser ke Tajikistan untuk bergabung dengan timnas U-23 dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada akhir bulan ini.

Madura United mengumumkan Fachrudin Aryanto kembali ke klub pada 14 Oktober 2021, atau dua hari setelah kembali dari Thailand. Sementara itu, PSS memainkan Irfan Jaya di BRI Liga 1 2021/2022 pada 15 Oktober 2021, atau tiga hari pasca-tiba di Tanah Air.

Penjelasan Peraturan dari Satgas COVID-19

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers perkembangan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 1 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers perkembangan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 1 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Sesuai dengan SE Nomor 20 Tahun 2021 dari Satgas COVID-19 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19 yang terbit pada 13 Oktober 2021, tertulis bahwa setiap pelaku perjalanan internasional harus dites ulang RT-PCR pada saat kedatangan dan diwajibkan menjalani karantina selama 5x24 jam.

SE Nomor 20 Tahun 2021 itu juga diperkuat Keputusan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional Ketua Satgas Penanganan COVID-19 per 13 Oktober 2021.

Keputusan Ketua Satgas COVID-19 nomor 14 2021 itu beirisikan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan internasional wajib melakukan karantina dengan ketentuan sebagai berikut.

"Karantina dengan jangka waktu 5x24 jam dari negara asal dengan eskalasi kasus positifnya rendah dan karantina dengan jangka waktu 14x24 jam dri negara asal dengan eskalasi kasus positifnya tinggi," tulis isi keputusan yang bertanda tangan Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Ganip Warsito itu.

PSSI Sebut Pemain Timnas Indonesia Dikarantina Mandiri

Anggota Exco serta Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi (kiri). (Istimewa)
Anggota Exco serta Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi (kiri). (Istimewa)

Lantas, kenapa para pemain Timnas Indonesia diduga tidak menjalani wajib karantina lima hari, sehingga dapat kembali ke klubnya lebih cepat? Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengklaim bahwa Fachrudin Aryanto dkk tetap dikarantina setibanya dari Thailand.

"Para pemain Timnas Indonesia mengikuti karantina mandiri," kata Yunus Nusi kepada Bola.com, Sabtu (16/10/2021).

Namun, Yunus Nusi tidak bisa menjawab ketika ditanya terkait jumlah hari yang dijalani para pemain Timnas Indonesia ketika mengikuti karantina mandiri.

Yunus Nusi beralasan masih berada di Papua untuk menghadiri PON Papua 2020 dan meminta pertanyaan ini ditujukan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Saya sudah 20 hari di Papua, belum update. Pekan depan saya baru kembali ke Jakarta. Coba ditanyakan ke PT LIB," imbuh pria asal Gorontalo itu.

Presiden Madura United Berkomentar

Presiden Madura United dengan Volkswagen kesayangannya. (Dok. Pribadi)
Presiden Madura United dengan Volkswagen kesayangannya. (Dok. Pribadi)

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi angkat suara terkait dugaan pemainnya, Fachrudin Aryanto tidak menjalani karantina mandiri setelah kembali dari Thailand.

"Timnas Indonesia menggunakan pesawat carteran yang hanya berisi para pemain timnas. Mereka di tes swab sebelum berangkat dari Thailand," imbuh Achsanul kepada Bola.com, Sabtu (16/10/2021).

"Mereka juga tidak bercampur dengan penumpang umum lainnya. Itu alasan yang saya dengar dari tim," jelas pria yang juga menjabat sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut.

Menyoal kenapa Fachrudin Aryanto tidak dikarantina selama lima hari atau mendapatkan pengecualian karena kembali dari membela negara, Achsanul mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu," imbuhnya.

Dalam keterangannya di sejumlah media, Akhmad Hadian Lukita selaku Direktur Utama PT LIB menjelaskan bahwa para pemain Timnas Indonesia yang bermain di BRI Liga 1 telah menjalani karantina mandiri di klub.

Soalnya, BRI Liga 1 digelar dengan format gelembung atau bubble yang memaksa para pemain berdiam diri di hotel jika tidak bertanding.

Mirip dengan Kejadian Rachel Vennya

Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)
Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)

Dugaan tidak patuhnya Timnas Indonesia dalam menjalani karantina lima hari mirip dengan kasus selebgram, Rachel Vennya.

Rachel dikabarkan kabur dari masa karantina mandiri di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Wanita berusia 26 tahun itu seharusnya menjalani karantina selama delapan hari, sesuai dengan peraturan yang berlaku sebelum Surat Edaran dari Satgas COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021 diterbitkan pada 13 Oktober 2021.

Ketika itu, Rachel Vennya baru kembali dari Amerika Serikat. Ibu dua anak yang ngetop di Instagram itu disebut melarikan diri dari RSDC Wisma Atlet Pademangan dengan bantuan anggota TNI berinisial FS.

"FS yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," kata Kapendam Jaya, Kolonel Arh Herwin B.S dinukil dari Liputan6.com pada 14 Oktober 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel