Satgas COVID-19: Waspada Kenaikan Klaster Keluarga dalam Beberapa Hari ke Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kenaikan klaster keluarga dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini melihat adanya klaster COVID-19 yang terjadi selama masa Ramadan dan Idulfitri 1442 H.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, klaster yang paling banyak muncul adalah klaster tarawih yang terjadi di sejumlah daerah, yakni Pati, Jawa Tengah; Malang, Jawa Timur; Banyuwangi, Jawa Timur; dan Banyumas, Jawa Timur. Diikuti klaster halal bihalal dan klaster pelaku perjalanan di Bogor, Jawa Barat.

"Potensi penularan COVID-19 yang terjadi pada masa libur panjang Ramadan dan Idulfitri 1442 H, klaster mulai bermunculan. Kita harus bisa belajar. Yang pertama terkait klaster tarawih. Ini yang pertama kali kita lihat mulai bermunculan, salah satunya di Pati, ada juga di Malang, Banyuwangi, dan Banyumas," papar Dewi saat Rapat Koordinasi Satgas Nasional, Minggu (23/5/2021).

"Jumlah penularan orang yang positif COVID-19 paling banyak di Banyuwangi, sekitar 62 orang positif, bahkan 6 dari yang terinfeksi meninggal, lalu 7 orang lain dirawat di rumah sakit."

Selanjutnya, klaster COVID-19 yang mulai bermunculan saat ini terkait klaster halal bihalal yang terjadi di DKI Jakarta, terutama di daerah Cilangkap ada dua RT yang terkena.

"Dari kemunculan klaster yang jumlah positif COVID-19 cukup banyak, kita harus mengantisipasi kenaikan klaster keluarga dalam beberapa hari atau beberapa pekan ke depan. Ini karena salah satu potensi penularan COVID-19 yang terjadi juga adanya perantara saat halal bihalal," jelas Dewi.

Pada awal dan akhir April 2021 lalu empat terjadi klaster pemudik di Pati, Jawa Tengah dengan 39 positif COVID-1. Lalu klaster tarawih di Pati dengan 56 warga positif COVID-19. Ini adalah beberapa potensi penularan yang terjadi dan semua daerah harus bisa mulai mengantisipasi adanya potensi-potensi penularan yang terjadi di wilayah seperti disampaikan Dewi.

Klaster COVID-19 Masa Ramadan dan Idulfitri 1442 H

Warga melakukan tes usap PCR Covid-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idul Fitri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Warga melakukan tes usap PCR Covid-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idul Fitri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Berikut ini data Satgas COVID-19 terkait klaster yang terjadi masa Ramadan dan Idulfitri 1442 H:

1. Klaster Pemudik di Pati: 39 warga positif COVID-19

2. Klaster Tarawih

  • Lokasi Perumahan RSS, Sidokerto, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah: swab 220 orang, 56 positif COVID-19

  • Lokasi Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur: 21 warga positif COVID-19

  • Lokasi Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur: tracing 300 orang, 62 positif, 6 meninggal, 7 dirawat di rumah sakit

  • Lokasi Desa Pekajam, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah: 45 warga positif COVID-19

  • Lokasi Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah: 7 warga positif COVID-19

  • Lokasi di Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah: 33 warga positif COVID-19

3. Klaster Pelaku Perjalanan di Griya Melati, Bogor: Lokasi Perumahan Griya Melati, Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, 25 warga positif COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel