Satgas COVID Sebut, Ada Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Prokes

·Bacaan 1 menit

VIVA – Perubahan perilaku masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan menjaga jarak menjadi kunci utama dalam penurunan angka kasus positif COVID-19 di Tanah Air.

"Kenapa harus berubah disiplin prokkes? karena kita mau memotong penularan di hulu. Di awal pandemi kewalahan tim medis semua ada di hilir semua sudah terpapar pihak medis dibebani untuk mengatasi hal itu. Mulai Juli 2020 switch, enggak bisa di hilir kita memotong di hulu maka perilaku kita semua harus diubah," kata Koordinator Pengembangan Substansi dan Komunitas Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Ir. Irawati Hermantyo dalam VIVATALK, Jumat 20 Agustus 2021.

Ira melanjutkan, tingkat kepatuhan masyarakat fluktuatif di angka 80-88 persen dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya prokes masih sangat rendah. Peningkatan tingkat kepatuhan ini menunjukkan sosialisasi dan peraturan terkait yang disahkan pemerintah berdampak positif terhadap tingkat kesadaran masyarakat.

"Tren kepatuhan kelihatan awal 2020 naik sedikit kemudian ada kerumunan kemudian libur Natal, pilkada turun, nge-drop. Kemudian Januari PSBB, PPKM menjaga kepatuhan bisa stabil kalau ditanya apa guna PPKM menjaga kepatuhan kita dengan baik otomatis berbanding lurus lonjakan kasus bisa terkendali," jelas Ira.

Di sisi lain, kendala yang muncul dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan antara lain masih ada masyarakat yang masih belum percaya kalau COVID-19 itu ada.

"Untuk yang percaya dari 80 persen itu 60 persen tingkat kesadaran, bukan kepatuhan dianggap penting otomatis mereka memakai masker dan sebagainya 20 persen masih harus diawasi Satpol PP," ujar Ira.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel