Satgas: DKI dan Jabar dominasi kasus transmisi lokal harian

·Bacaan 2 menit

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat mendominasi angka kasus transmisi lokal berdasarkan laporan harian situasi pandemi COVID-19 di Indonesia saat mudik Lebaran 2022, Selasa.

Kasus transmisi lokasi di DKI Jakarta mencapai 145 kasus ditambah penularan importasi kasus dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 54 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi di wilayah itu mencapai 199 kasus. Sedangkan transmisi lokal di Jawa Barat 104 kasus.

Jumlah tersebut berkontribusi pada penambahan angka kasus harian terkonfirmasi secara nasional yang mencapai 576 kasus. Jumlah itu mengalami penambahan bila dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 317 kasus harian terkonfirmasi.

Baca juga: 9,8 juta warga Indonesia sudah mendapat vaksinasi penguat

Angka kesembuhan harian COVID-19 bertambah 4.058 orang. Dengan penambahan angka kesembuhan itu, total kesembuhan COVID-19 sejak Maret 2020 berjumlah 5.879.141 orang.

Satgas mencatat penambahan angka kesembuhan COVID-19 terbanyak di Provinsi Jawa Barat sebanyak 3.247 orang, DKI Jakarta 232 orang, Banten 80 orang, dan Jawa Tengah 73 orang.

Sedangkan penambahan kasus meninggal tercatat sebanyak 30 orang, terbanyak di Provinsi Jawa Tengah, yakni sembilan jiwa, Jawa Timur empat jiwa dan Kalimantan Tengah tiga jiwa.

Satgas COVID-19 juga mencatat jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini sebanyak 9.739 kasus atau turun 3.512 orang dibandingkan hari sebelumnya (25/4).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B Harmadi mengidentifikasi setidaknya ada empat hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Baca juga: AS sumbangkan 35,8 juta dosis vaksin COVID untuk Indonesia

Baca juga: Capaian vaksinasi "booster" di DKI tertinggi se-Indonesia

Pertama, apabila disiplin protokol kesehatan rendah. Kedua, apabila mobilitas masyarakat tinggi. "Ketiga, apabila cakupan vaksinasinya rendah dan terakhir adalah adanya varian baru," katanya.

Sonny menambahkan masyarakat perlu dipastikan menggunakan masker kain atau masker medis yang sesuai dengan situasi. "Sebagian orang mungkin lebih senang memakai masker kain dengan kondisi wabah COVID-19 yang relatif terkendali. Namun, pemakaian masker kain sebenarnya tidak cocok pada situasi mudik yang padat," katanya.

Warga juga disarankan melengkapi vaksinasi COVID-19 sebelum mudik. Kombinasi langkah-langkah ini disebut Sonny akan efektif mencegah infeksi COVID-19 saat mudik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel