Satgas: Indonesia Belum Capai Indikator Keberhasilan Tangani Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keamanan vaksin COVID-19 Sinovac sudah dipastikan BPOM di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengakui pemerintah belum mencapai indikator keberhasilan menangani pandemi Covid-19. Indikator keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 meliputi sejumlah hal.

Di antaranya, pertama, laju penularan Covid-19 bisa ditekan yang ditandai dengan kasus positif dan aktif menurun. Kedua, kebutuhan perawatan pasien Covid-19 menurun. Ketiga, sebagian besar kasus positif dan kontak erat Covid-19 di lingkungan masyarakat teridentifikasi.

"Untuk saat ini, Indonesia belum mencapai semua indikator tersebut secara sempurna," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/1).

Lantaran semua indikator keberhasilan menangani pandemi belum tercapai, Wiku mengatakan perjuangan melawan Covid-19 belum berakhir. Dia juga mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19.

"Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan laju penularan virus Covid-19 sampai Indonesia dinyatakan sukses mengendalikan wabah ini," sambungnya.

Kasus Covid-19 Kamis

Sebagai informasi, hari ini Kamis (28/1), kasus positif Covid-19 mencapai 1.037.993 orang. Ada penambahan 13.695 kasus dari data Rabu (27/1) yang masih 1.024.298 orang.

Dari total 1.037.993 kasus positif Covid-19, 29.331 di antaranya meninggal dunia. Kasus meninggal ini meningkat 476 dari data kemarin yang masih 28.855 orang. Pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, 10.792 dari data kemarin yang masih 831.330 orang. Total kumulatif pasien sembuh Covid-19 mencapai 842.122 orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: