Satgas Kaget karena Hanya 33 Kasus Positif COVID-19 di Balikpapan

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengaku kaget saat Senin mendapati hanya tercatat 33 kasus baru positif terinfeksi COVID-19.

“Saya kaget, saya sempat menunda penyampaian informasi kepada media. Saya minta staf untuk mengecek lagi, apa benar cuma 33 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty di Balai Kota.

“Setelah dicek ulang, memang hanya 33. Jadi, ya, alhamdulillah secara keseluruhan ada penurunan kasus di Kota Balikpapan pada hari ini,” ujarnya.

Sejak pertengahan Januari 2021 ini, rata-rata kasus positif COVID-19 di Balikpapan mencapai 120-an kasus per hari. Jumlah 30-an itu sama dengan sebelum libur Natal dan Tahun Baru pada 2020.

Juliarty menyatakan pula bahwa biasanya antrean spesimen untuk diperiksa di laboratorium mencapai ratusan bahan. Namun, kini hanya ada 14 kasus.

“Jadi ada 14 spesimen yang tersimpan yang belum bisa terkonfirmasi. Biasanya yang tersimpan ada puluhan sampai ratusan. Ini saya tanya berulang-ulang juga ke tim surveilans, apa benar itu tersisa 14 saja,” ujarnya lagi.

Dia memperkirakan, penurunan drastis itu terjadi karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung dalam skala mikro. Pengawasan oleh satgas di tingkat rukun tetangga (RT) itu dinilai efektif membatasi penularan.

“Sekarang kan sudah tidak ada lagi RT yang dalam zona oranye, yang di RT itu ada 5-10 rumah yang penghuninya terpapar COVID-19,” katanya.

Permintaan agar yang masuk satu lingkungan untuk mencuci tangan, pakai masker, dan terus jaga jarak dianggap cukup efektif mendisiplinkan warga.

“Apakah ini juga sebab vaksin, saya kira belum, sebab baru tenaga kesehatan yang sudah dua kali vaksin. Tapi kami sudah menuju kepada kekebalan kelompok itu,” ujarnya pula.

Dia kemudian merinci dari 33 kasus baru terkonfirmasi positif itu, 17 kasus dengan riwayat bergejala, 3 kasus riwayat tracing di tempat kerja, 9 kasus riwayat tracing di masyarakat, dan 4 kasus riwayat orang tanpa gejala (OTG).

Kemudian, 93 pasien sembuh atau selesai isolasi, yakni 1 pasien dari isolasi perusahaan, 16 pasien dari RS Kanujoso Djatiwibowo, 6 pasien dari RS Pertamina, dan 70 pasien isolasi mandiri.

Pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia 2 orang, yakni laki-laki usia 44 tahun dan perempuan usia 36 tahun, meninggal di RS AWS Samarinda. Semuanya sebanyak 504 kasus kematian di Kota Balikpapan.