Satgas: Kasus aktif COVID-19 di Batam tertinggi di Kepri

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat kasus aktif COVID-19 di Kota Batam mencapai 50 orang, tertinggi di wilayah itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan kasus aktif di Batam bertambah delapan orang sehingga menjadi 50 orang. Sedangkan kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang yang pekan lalu tertinggi di Kepri, berada di posisi kedua terbanyak setelah Batam.

"Kasus aktif di Tanjungpinang sebanyak 36 orang, tidak ada penambahan kasus baru," ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu mengungkapkan kasus aktif di Kabupaten Bintan tinggal 11 orang setelah dua pasien sembuh dari COVID-19, sementara kasus aktif di Kabupaten Karimun bertambah satu orang menjadi tujuh orang.

Baca juga: 2.147 nakes Batam telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 penguat kedua

Baca juga: Satgas: Kasus aktif COVID-19 di Kepri 122 orang

"Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna nihil kasus aktif COVID-19," ucapnya.

Satgas Penanganan COVID-19 menetapkan Anambas sebagai zona hijau, sedangkan enam kabupaten dan kota lainnya di Kepri sebagai zona kuning atau risiko penularan rendah.

Tjetjep menyatakan pemerintah dan masyarakat mampu mengendalikan penularan COVID-19. Hal itu terlihat dari laporan harian terkait jumlah kasus baru COVID-19, yang relatif sedikit, berbeda dibanding provinsi lainnya, terutama di DKI Jakarta dan Pulau Jawa.

"Tidak ada kasus kematian akibat COVID-19 di Kepri," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Muhamad Bisri mengatakan rata-rata warga yang tertular COVID-19 bergejala ringan, bahkan ada warga yang tidak bergejala. Pasien tersebut memiliki imun tubuh yang baik.

Sistem kekebalan tubuh yang baik itu diperoleh dari vaksinasi COVID-19, makanan yang bergizi dan gaya hidup yang sehat.

"Meski jumlah pasien COVID-19 meningkat di Batam, rata-rata pasien tidak dirawat di rumah sakit," katanya.*

Baca juga: Satgas: Capaian vaksinasi penguat di Kepri mendekati 50 persen

Baca juga: Satgas: Kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang tertinggi, 54 kasus