Satgas: Kasus COVID-19 bertambah 2.069 orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 2.069, pada Jumat, sehingga total pada saat ini mencapai 6.076.894 orang.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Jumat, tambahan kasus positif COVID-19 terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta, yaitu sebanyak 1.266 orang terinfeksi COVID-19.

Selanjutnya Provinsi Jawa Barat dengan tambahan 331 orang positif COVID-19, Banten 242 orang, Jawa Timur 83 orang, Bali 59 orang, Jawa Tengah 24 orang.

Sementara itu kasus sembuh COVID-19 di Tanah Air bertambah sebanyak 998 orang sehingga jumlah total keseluruhan yang telah sembuh hingga saat ini menjadi 5.906.969 orang.

Baca juga: Kemenkes deteksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di 143 pasien

Baca juga: 21 provinsi alami peningkatan kasus COVID-19

Berdasarkan data dari Satgas, penambahan kasus sembuh COVID-19 paling banyak berasal dari DKI Jakarta 669 orang, selanjutnya Jawa Barat 119 orang, Banten 56 orang, Jawa Timur 89 orang, Bali 23 orang dan Jawa Tengah 10 orang.

Berdasarkan data juga diketahui bahwa terdapat lima kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia, yakni dua berasal dari DKI Jakarta, satu dari Jawa Tengah, satu dari Yogyakarta dan satu dari Sulawesi Selatan.

Sementara itu, kasus aktif di Tanah Air meningkat sebanyak 1.066 orang sehingga total hingga saat ini terdapat 13.214 orang yang masih menjalani perawatan.

Terkait kondisi peningkatan kasus COVID-19 tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk terus memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

Protokol kesehatan yang dimaksud antara lain menggunakan masker khususnya saat berada di dalam ruangan, saat sedang sakit, saat berada di angkutan publik, serta bagi mereka yang memiliki komorbid. Selain itu, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan juga menghindari kerumunan.

Satgas juga mengingatkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi mulai dosis pertama hingga dosis penguat atau "booster".

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir merupakan alarm yang perlu diwaspadai bersama.

"Terus perketat kedisiplinan protokol kesehatan. Pada saat ini sangat penting melindungi diri sendiri dan orang lain," katanya.

Menurut Prof. Wiku, upaya pemeriksaan atau testing merupakan indikator yang sangat penting dalam upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

"Testing yang tinggi akan meningkatkan keakuratan jumlah kasus positif di tengah masyarakat. Selain itu juga akan dengan cepat menjaring kasus agar cepat ditangani dengan baik sesuai gejala," katanya.*

Baca juga: PPHI harap pemberlakuan jeda waktu jika pembatasan COVID-19 diperketat

Baca juga: Polisi Jepang beri penghargaan Ditjen Imigrasi kasus bansos COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel