Satgas: Kasus COVID-19 bertambah 4.717 orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 4.717 pada Sabtu sehingga total pada saat ini mencapai 6.517.630 orang.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Sabtu, yang dikutip ANTARA diketahui bahwa tambahan kasus positif terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta, yaitu sebanyak 1.859 orang.

Selanjutnya Provinsi Jawa Timur dengan tambahan 669 orang positif COVID-19, Jawa Barat 612 orang, Banten 355 dan Jawa Tengah 305 orang.

Sementara itu kasus sembuh COVID-19 di Tanah Air bertambah 2.930 orang sehingga jumlah total keseluruhan yang telah sembuh hingga saat ini menjadi 6.322.920 orang.

Berdasarkan data dari Satgas diketahui bahwa penambahan kasus sembuh COVID-19 paling banyak berasal dari DKI Jakarta sebanyak 964 orang, selanjutnya Jawa Timur 575 orang, Banten 353 orang, Jawa Barat 217 orang dan Jawa Tengah 176 orang.

Berdasarkan data juga diketahui bahwa terdapat 39 kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia, yakni tiga dari DKI Jakarta, lima dari Jawa Timur, 11 dari Jawa Tengah, lima dari Yogyakarta, satu dari Kalimantan Timur, dan empat dari Sulawesi Selatan.

Kemudian, empat dari Bali, satu dari Nusa Tenggara Timur, satu dari Sumatera Selatan, satu dari Kalimantan Selatan, satu dari Sulawesi Tengah, dan dua dari Sumatera Barat.

Satgas Penanganan COVID-19 kembali mengingatkan masyarakat bahwa hingga saat ini masih terdapat peningkatan kasus COVID-19 sehingga perlu tetap memperkuat protokol kesehatan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan merupakan kunci utama agar jumlah kasus COVID-19 di tanah air tetap rendah.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengingatkan pemerintah daerah dan juga masyarakat bahwa kenaikan kasus COVID-19 akibat varian baru perlu jadi perhatian bersama.

Agus Suprapto mengatakan selain memperkuat protokol kesehatan, peningkatan cakupan vaksinasi dosis penguat atau booster juga perlu jadi prioritas.

Baca juga: 65,34 juta warga Indonesia sudah dapat vaksinasi COVID-19 penguat

Baca juga: LaNyalla imbau masyarakat waspadai subvarian baru COVID-19

Baca juga: Subvarian baru Omicron sumbang 35 persen lebih kasus COVID-19 di AS

Baca juga: Positif COVID-19 meningkat 5.303 kasus pada Jumat