Satgas: Kasus Covid-19 di Jatim Melandai Sejak Penerapan PPKM

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Ketua Bidang Data Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyatakan, presentase kasus Covid-19 di Jawa Timur melandai sejak Februari 2021 atau saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimulai 25 Januari 2021 lalu.

Jumlah kasus di Februari saja yakni 3.634. Sementara di Maret 2.023, sehingga ada penurunan sebanyak 1.611 orang.

"Sudah melandai kembali pada pertengahan Februari 2002 hingga akhir Maret 2002 1 akhir mengalami penurunan 3,2 persen pekan terakhir," terang Dewi saat rakor bersama Kepala Satgas Covid-19, Doni Monardo dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak melalui zoom, Kamis (1/4/2021), seperti dikutip dari TimesIndonesia.

Dewi menyampaikan, selama pelaksanaan PPKM telah berpengaruh terhadap penurunan kasus Covid-19 di Jatim.

"Sudah 11 minggu berjalan kita melihat progres yang sangat cepat terjadi PPKM tahap 1 masih ada peningkatan namun sekarang sudah jauh lebih turun yang awalnya 7 persen. Sekarang sudah 1,45 persen," tambahnya.

Menurunnya jumlah kasus akan memmengaruhi angka kesembuhan. Angka kesembuhan di Jatim telah meningkat 5,49 persen dibanding jika sebelum pelaksanaan PPKM.

Tidak Ada Zona Merah

Saat PPKM mikro berlangsung, data 28 Maret 2021 ada sebanyak 176 RT melaporkan, dari 65 desa, dari 23 Kecamatan di 11 Kabupaten Kota di Jawa Timur. Dari pelaporan tersebut ada sebanyak 160 RT yang sudah zona hijau, 14 RT zona kuning, 2 RT zona orange dan tidak ada zona merah.

"Kedepannya kita akan lebih mamasifkan pelaporan. Jadi ke depannya PR kita adalah bagaimana sama-sama meningkatkan kedisiplinan pelaporan terutama dalam pelaksanaan PPKM mikro untuk memetakan level Kelurahan di Jawa Timur," jelas Dewi.

Memang diawal awal pelaksanaan PPKM mikro di Jatim ada beberapa RT dalam zona merah. Namun, hingga kini sudah tidak ada lagi RT dengan warna zona merah.

Saksikan video pilihan di bawah ini: