Satgas: Kasus positif COVID-19 RI bertambah 4.834 terbanyak di Jakarta

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah kasus positif di Indonesia hingga Jumat mencapai 6.159.328 setelah bertambah 4.834 orang, dengan kasus terbanyak disumbang DKI Jakarta yakni 2.465 kasus.

Menurut data Satgas yang diterima di Jakarta, Jumat, daerah lainnya yang menyumbang kasus terbanyak adalah Jawa Barat 933 kasus, Banten 550 kasus, Jawa Timur 286 kasus dan Bali 158 kasus.

Kasus aktif ikut naik sebanyak 1.458 kasus sehingga totalnya kini menjadi 38.239 kasus.

Sebanyak 13 jiwa pada hari ini dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19 menyebabkan total kematian di Indonesia mencapai 156.893 jiwa.

Meski sejumlah kasus dalam indikator COVID-19 mengalami penambahan, kasus kesembuhan masih meningkat secara signifikan.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 RI bertambah 3.584 orang, DKI sumbang terbanyak

Tercatat pada hari ini jumlah pasien sembuh bertambah 3.363 orang, sehingga total akumulasi kasus sembuh mencapai 5.964.196 orang.

Dengan DKI Jakarta sebagai penyumbang pasien sembuh terbanyak yakni 1.769 orang, diikuti Banten 509 orang, Jawa Barat 433 orang, Jawa Timur 322 dan Bali 115 orang.

Satgas menyebut sebanyak 112.790 spesimen pada hari ini telah diperiksa di seluruh laboratorium yang ada di Indonesia dan 5.861 orang dinyatakan sebagai suspek COVID-19.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan tingkat transmisi atau penularan COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai level 3, sementara transmisi secara keseluruhan untuk Indonesia masih di level 1.

Tingkat transmisi komunitas atau community transmission sendiri adalah level penularan COVID-19 yang terjadi dalam suatu lingkungan tertentu dan sudah menyebar di masyarakat.

Baca juga: Kasus harian COVID-19 RI bertambah 1.434, terbanyak DKI Jakarta

“Secara keseluruhan Indonesia tingkat transmisi kita untuk standar WHO (Badan Kesehatan Dunia) masih ada di level 1, tapi beberapa provinsi seperti DKI Jakarta sudah ada di level 3,” kata Menkes pada Senin (18/7).

Menurut Budi secara persentase, kematian tertinggi terjadi pada orang yang belum divaksin atau baru mendapatkan vaksin dosis pertama. Sedangkan pada orang yang sudah mendapatkan dosis lengkap atau booster, potensi terjadinya fatalitas jauh menurun.

Sebagai langkah ikhtiar bersama dalam mencegah terjadinya penularan COVID-19, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, dirinya berharap cakupan vaksinasi booster dalam masyarakat dapat semakin meningkat.

“Presiden beri arahan agar vaksinasi booster itu dipercepat. Beberapa kegiatan masyarakat akan kita minta diwajibkan vaksinasi booster dengan tujuan melindungi masyarakat kalau terkena jangan sampai masuk rumah sakit dan jangan sampai wafat,” ujar Budi.

Baca juga: Jumat kasus harian COVID-19 RI bertambah 2.049 orang terbanyak Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel