Satgas: Kondisi COVID-19 perlihatkan perkembangan baik dibanding 2021

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini memperlihatkan perkembangan signifikan ke arah lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Indonesia terus menunjukkan perbaikan dalam jumlah kasus dan penanganan COVID-19 hingga saat ini," kata Wiku dalam konferensi pers virtual Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

Wiku menjelaskan bahwa hal itu dapat terlihat dari perbandingan kondisi 17 Agustus 2021 dengan 17 Agustus 2022 dengan terjadi penurunan kasus positif harian sebesar 53 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini terdapat sekitar 5.000 kasus harian, jauh lebih rendah dibandingkan 11.000 kasus per hari pada 2021.

Selain itu, terjadi juga penurunan drastis kasus kematian sebesar 91 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini, terdapat sekitar 19 kasus kematian per hari dibandingkan 220 kematian harian pada 2021.

Sementara itu, persentase kasus aktif per 17 Agustus 2022 adalah 0,84 persen dengan 53.132 kasus aktif dibandingkan 9,21 persen dengan 358.357 kasus aktif pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Satgas: Kasus positif meningkat cukup besar dibanding awal Januari

Baca juga: Epidemiolog: Jadikan angka kematian evaluasi pengendalian pandemi

Untuk persentase kasus kesembuhan mencapai 96,66 persen pada 17 Agustus 2022, meningkat dibandingkan 87,71 persen dalam periode yang sama tahun lalu.

Untuk tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit secara nasional pada 2021 mencapai 39,63 persen dan turun menjadi 6,44 persen pada tahun ini.

"Selain itu upaya seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah dalam perlindungan masyarakat dengan membentuk kekebalan komunitas melalui program vaksinasi juga mengalami perkembangan yang patut kita bayangkan," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 itu.

Pada tahun lalu cakupan dosis satu vaksin COVID-19 mencapai 26,40 persen dari target dengan dosis kedua 14 persen. Dalam periode tahun ini, persentase dosis pertama sudah mencapai 86,52 persen dan dosis kedua 72,68 persen.

Selain itu, pemerintah juga sudah menjalankan vaksinasi dosis penguat atau booster yang kini mencapai 25,10 persen dari target sasaran vaksin.

"Dilihat dari indikator-indikator kasus di atas dapat dikatakan bahwa di tahun ini terdapat perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik dalam penanganan dan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia," demikian Wiku Adisasmito.

Baca juga: Epidemiolog: Booster pertama harus diprioritaskan

Baca juga: Epidemiolog: Perpanjangan PPKM perlu disertai peningkatan surveilans