Satgas Madago Raya musnahkan 6 bom lontong milik DPO teroris Poso

·Bacaan 2 menit

Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Tengah musnahkan barang bukti enam buah bom lontong milik teroris Poso kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Markas Kompi I Batalyon B Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu 22/12.

"Pelaksanaan pemusnahan diketahui memiliki daya ledak tinggi atau high explosive," kata Wakasatgas Humas Ops Madago Raya di Poso, AKBP Bronto Budiono, dihubungi di Poso, Rabu.

Bronto mengatakan enam buah bom lontong yang dilakukan disposal merupakan barang bukti sitaan Satgas Tinombala 2014.

Baca juga: Kisah Dirman melawan lingkaran setan kekerasan terorisme

Ia menyebutkan, enam bom lontong itu bom pipa PVC yang kesemuanya memiliki daya ledak tinggi.

Ia juga menjelaskan, tiga bom rakitan merupakan hasil kontak tembak aparat keamanan dengan kelompok MIT Poso di pondoknya Jumrian alias Tamar di Desa Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir pada tanggal 19 September 2014.

Selanjutnya tiga buah bom rakitan lainnya merupakan barang bukti hasil kontak tembak personel Brimob Polri di pegunungan Impo Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada 30 Oktober 2014.

Baca juga: Polri ungkapkan identitas buronan teroris bom Katedral Sulsel

Ia menerangkan, sebelum dilakukan pemusnahan barang bukti tersebut diurai oleh tim detasemen Gegana guna mengetahui dan mempelajari unsur yang terkandung dalam bom lontong tersebut.

"Untuk menghindari resiko bahaya dalam penyimpanan barang bukti bom lontong maka dilakukan disposal atau dimusnahkan dengan cara diledakkan," jelas dia.

Baca juga: Tujuh penjaga perdamaian PBB tewas di Mali akibat ledakan bom

Ia menambahkan, hingga saat ini pengejaran terhadap empat orang sisa DPO teroris Poso terus dilakukan oleh satgas Madago Raya. Ke empat DPO tersebut yakni Askar alias Jaid alias pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Hasan Pranata.

"Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat di Kabupaten Poso, Sigi dan Parimo serta masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya untuk menuntaskan terhadap segala bentuk teror yang dilakukan oleh DPO teroris Poso tersebut," kata dia.

"Kita berharap daerah Kabupaten Poso, Sigi dan Parimo khususnya dan Sulawesi Tengah kembali aman dan kondusif," kata dia.

Baca juga: Temuan bom udara sisa Perang Dunia II diamankan di Mako Brimob Kaltara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel