Satgas minta pemda kembali perkuat edukasi terkait vaksinasi COVID-19

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah untuk kembali memperkuat edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing terkait manfaat vaksinasi COVID-19 dalam rangka merespons kenaikan kasus COVID-19 belakangan ini.

"Pemda agar kembali perkuat edukasi tentang vaksinasi COVID-19 guna mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19 di daerah," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.

Baca juga: Warga penerima dosis ketiga vaksin COVID-19 capai 60,08 juta jiwa

Dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia yang diakses secara daring dari Jakarta, Jumat, Wiku mengatakan dengan adanya komunikasi, edukasi dan informasi yang intensif terkait pentingnya vaksinasi untuk masyarakat diharapkan kesadaran untuk melakukan vaksinasi akan terus meningkat.

"Terutama cakupan vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga yang masih perlu terus ditingkatkan cakupannya," katanya.

Pemda, kata Wiku, juga perlu mengidentifikasi kendala yang dihadapi daerahnya dalam meningkatkan cakupan vaksinasi dosis kedua dan ketiga (penguat) serta melaporkan kendala tersebut kepada pemerintah pusat.

Selain itu, tambah dia, penting juga untuk pemda agar dapat mendeteksi kasus COVID-19 sedini mungkin.

"Tujuannya, jika ada kasus dapat segera ditangani dengan baik, sehingga tidak semakin meluas penularannya dan dapat dikendalikan tingkat gejalanya," katanya.

Satgas juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan surveilans secara aktif guna mendukung penanganan COVID-19.

Baca juga: 59,94 juta jiwa telah mendapat vaksin dosis ketiga

Baca juga: MPR ingatkan percepatan vaksinasi terukur untuk tingkatkan imunitas

"Sangat penting untuk meningkatkan surveilans secara aktif dimana petugas surveilans dapat secara aktif mencari data dan informasi dari pemukiman warga juga dilakukan penelusuran kontak erat dari pasien positif," katanya.

Dengan demikian, kata dia, penjaringan kasus positif dapat lebih banyak lagi dan kasus-kasus COVID-19 dapat segera ditangani dengan baik.

"Kami yakin dengan semangat gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Kita dapat menghindari dan mengantisipasi kenaikan kasus semaksimal mungkin," katanya.