Satgas Pangan Polri Turun Tangan Dalami Penimbunan Bansos Presiden di Depok

Merdeka.com - Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri turun tangan mendalami temuan paket bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikubur di lahan dekat gudang JNE, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Satgas akan menentukan penanganan kasus tersebut ditangani Bareskrim atau Polda Metro Jaya.

"Kami masih pendalaman," kata Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Selasa (2/ 8).

Proses pendalaman itu dilakukan tim penyidik dari Satgas Pangan Polri langsung pada Senin (1/8) malam. Hanya saja, dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal temuan Satgas Pangan tersebut.

"Sudah sejak tadi malam. Mulai kemarin malam sudah ke sana," kata dia.

Wisnu menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait, termasuk pemilik lahan yakni Rudi Samin. Polisi juga akan menyelidiki penimbunan bansos tersebut lewat Mensos, Bulog hingga JNE.

"Pendalaman semua bisa, mulai dari Mensos, Bulog, JNE. Semua akan kita lakukan pendalaman," kata Whisnu.

Polda Metro Jaya mengajak Kemensos, dan BULOG mengecek langsung lokasi penimbunan bantuan sosial (Bansos) Presiden. Kegiatan akan dilakukan pada Rabu (3/8).

Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pihaknya serius untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi termasuk menggali kemungkinan perbuatan melawan hukum dalam penimbunan bansos.

Oleh karena itu, kata Zulpan, tim kembali dirombak dengan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jakarta, Kombes Pol Auliansyah Lubis.

"Apakah betul ada di situ unsur pidananya dan sebagainya sehingga dibentuk lah tim yang lebih besar yaitu di Polda Metro Jaya yang dipimpin Dirreskrimsus, artinya ini menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya," ujar dia.

Zulpan menyebut, tim gabungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menerima administrasi penyelidikan dari Polres Depok.

"Tentu kita akan mengungkap persoalan yang sebenarnya," terang dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel