Satgas: Pasien pulih dari COVID-19 bertambah 3.441 orang

Pasien yang pulih dari COVID-19 mengalami penambahan sebanyak 3.441 orang atau lebih besar dari peningkatan kasus baru sebanyak 3.138 pasien baru, menurut data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Dalam data yang diterima di Jakarta, Kamis, masih terjadi penambahan pasien yang meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 12 orang.

Dengan demikian sejak 2020 telah terakumulasi sejauh ini 6.385.140 kasus COVID-19 di Tanah Air, yang 6.189.607 orang di antaranya telah dinyatakan pulih dan 157.729 orang meninggal dunia.

Saat ini terdapat 37.804 kasus aktif atau pasien yang tengah menjalani perawatan dan isolasi setelah terkonfirmasi COVID-19. Jumlah itu memperlihatkan penurunan 315 orang dibandingkan Rabu kemarin (7/9).

Terdapat pula 5.138 orang yang masuk dalam kategori suspek COVID-19.

Baca juga: Satgas: Endemi di Indonesia disusun bertahap mulai awal 2023
Baca juga: Bio Farma siap produksi 20 juta dosis IndoVac tahap pertama

Penambahan kasus hari ini didapat setelah 77.037 spesimen dari 30.990 orang diuji di ratusan jejaring laboratorium di seluruh Indonesia.

Tingkat positif atau positivity rate nasional untuk kategori spesimen harian mencapai 7,82 persen dan untuk kategori orang harian 10,13 persen.

Penambahan pasien baru terbesar hari ini dilaporkan oleh DKI Jakarta dengan 1.318 kasus baru. Disusul Jawa Barat yang memiliki 537 kasus baru, Banten 333 kasus baru, Jawa Timur 319 kasus baru dan Jawa Tengah 94 kasus baru.

DKI Jakarta juga menjadi provinsi dengan penambahan pasien sembuh terbesar yaitu 1.783 orang. Selain itu terdapat pula Jawa Barat dengan 570 orang sembuh, Jawa Timur 342 orang, Banten 164 orang serta Jawa Tengah 109 orang.

Baca juga: 61,13 juta jiwa telah divaksinasi dosis ketiga

Baca juga: Produsen Inavac minta pemerintah fasilitasi sisa peluang booster

Sementara itu, Kepala Subbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas Penanganan COVID-19 Alexander K. Ginting mengatakan persiapan menuju endemi COVID-19 di Tanah Air dilakukan secara bertahap.

Prosesnya dimulai awal 2023 dengan mempertimbangkan situasi kasus yang terkendali hingga akhir 2022.

"Kami berharap kalau September ini terkontrol terus sampai akhir tahun maka sesuai rencana awal, persiapan endemi bertahap di awal tahun 2023," kata Alexander dalam diskusi virtual BNPB diikuti dari Jakarta, Kamis.

Baca juga: Angka sembuh harian COVID-19 meningkat 5.136 orang, kasus aktif turun

Baca juga: FKUI beri penyuluhan psikosomatik penyintas COVID-19 di Pandeglang