Satgas: Pembatasan Sosial Tidak Bisa Dilakukan Terus, Kita Bertumpu pada Disiplin Prokes

·Bacaan 1 menit
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers perkembangan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (13/7/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahwa pembatasan sosial untuk mencegah penularan Covid-19 tak bisa dilakukan terus menerus. Pasalnya langkah ini dianggap menelan biaya yang tak murah.

"Pembatasan mobilitas dan aktivitas masih menjadi faktor utama menekan laju penularan Covid-19. Padahal pendekatan tersebut tidak bisa dilakukan terus menerus karena akan berdampak pada sektor lainnya dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit," tegas Wiku dalam konferensi pers daring pada Kamis (30/9/2021).

Menurut pola pandemi yang ia baca selama ini, pembatasan sosial maupun kegiatan masyarakat masih menjadi faktor utama pengendalian pandemi di negeri ini. Hal itu terlihat pasca pemerintah memberlakukan pembatasan, maka berangsur-angsur kasus Covid-19 segera menurun.

Pun sebaliknya, tatkala pemerintah mulai melakukan pelonggaran, kasus berangsur merangkak naik.

Bertumpu pada Disiplin Prokes

Padahal, kata Wiku mestinya pengendalian Covid-19 bukan bertumpu pada pembatasan sosial melainkan pada kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Pembatasan mobilitas dan aktivitas tentunya tidak dapat terus menerus kita lakukan, yang dapat terus menerus kita lakukan adalah disiplin prokes. Selalu memakai masker ke mana pun kita pergi dan sebisa mungkin tidak berkerumun," tekan Wiku.

"Ini adalah hal yang paling mudah dan murah yang bisa kita lakukan," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel