Satgas: Pemerintah Berupaya Kasus COVID-19 Tetap Stabil Agar Acara Presidensi G20 Berjalan Lancar

·Bacaan 1 menit
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers perkembangan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (13/7/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito optimistis pertemuan Presidensi G20 2022 berjalan lancar.

Untuk itu, kata Wiku pemerintah akan terus menjaga agar kasus COVID-19 di Indonesia tetap stabil.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah acara prestisius ini, Indonesia bertanggung pada jawab acara ini dan pemerintah berupaya menjaga kasus tetap stabil," kata Wiku di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Wiku pun memastikan pertemuan Presidensi G20 2022 akan berjalan lancar.

"Kami dapat memastikan event ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya," ujar Wiku seperti dikutip dari Antara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, akhir Oktober 2021.

Setelah itu, Indonesia akan resmi menjadi Presidensi G20 pada 1 Desember 2021 hingga November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat.

Presidensi G20 selama 2021-2022 ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah G20, sejak didirikan pada 1999. Oleh karena itu, Wiku mengatakan, pemerintah Indonesia berfokus untuk mencapai tingkat kematian kurang dari dua persen, kasus aktif kurang dari 100.000 kasus, dan positivity rate kurang dari lima persen.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin," ucapnya.

Kasus Terus Menurun

Sebelumnya, Jokowi mengatakan Indonesia tidak masuk dalam 10 negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia, meskipun jumlah penduduk Indonesia merupakan keempat terbanyak di antara negara-negara dunia.

"Alhamdulillah, kasus COVID-19 terus menunjukkan tren penurunan. Kita sangat optimistis, tetapi kita tetap harus selalu waspada. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia," kata Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel