Satgas Penanganan Covid-19: Banyaknya Hoaks Selama Pandemi Meresahkan

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan banyaknya hoaks soal vaksin covid-19 cukup meresahkan. Itu sebabnya ia berharap masyarakat selalu mencari informasi dari sumber kredibel.

Berdasar data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terdapat 70 hoaks terkait vaksin covid-19 mulai dari 4 Oktober 2020 hingga 18 Januari 2021. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Isi hoaksnya pun sangat beragam. Mulai dari kandungan vaksin, cara pembuatan, hingga efek samping vaksin covid-19 yang diklaim sangat berbahaya.

"Jika masyarakat mendapat berita atau video yang tidak jelas sumbernya agar dapat meneliti dahulu asal dan isi berita tersebut. Masyarakat jangan langsung menyebarkan apalagi memprovokasi informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan isinya," ujar Wiku dalam video yang dirilis dalam akun Youtube Sekretariat Presiden.

"Mengaitkan dua hal yang tidak berhubungan sangat berbahaya, dan masyarakat sendirilah yang rugi jika ada informasi palsu yang beredar. Kami berharap media juga membantu memberikan informasi yang valid pada masyarakat dan mengklarifikasi hoaks yang beredar."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: