Satgas: Penerima dosis penguat di Indonesia capai 40,37 juta jiwa

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima vaksinasi dosis ketiga atau penguat mencapai 40,37 juta jiwa hingga Rabu pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Rabu, menunjukkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 mencapai 40.372.525 orang.

Dengan demikian, tercatat suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 19,38 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 mencapai 165.425.255 orang. Sedangkan penerima dosis pertama mencapai 199.346.528 orang.

Baca juga: Epidemiolog: PeduliLindungi harus teliti sinkronkan data vaksinasi

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 orang.

Dengan demikian, tercatat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan kepada 95,71 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Sementara warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi meliputi 79,43 persen dari total sasaran.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta setiap orang untuk memperhatikan status imunitas anggota keluarga pada saat mengikuti kegiatan mudik 2022.

Baca juga: Indonesia perlu fokus bangun kapasitas produksi vaksin

"Tips untuk perjalanan yang aman dan sehat selama pandemi pertama sekali sebetulnya prinsipnya adalah memahami bahwa situasi masih pandemi statusnya,” kata Dicky.

Dicky menuturkan pada kegiatan mudik, setiap orang dalam keluarga dituntut untuk selalu waspada terhadap penularan COVID-19. Ketika keluarga akan mudik, keamanan perjalanan menjadi hal utama yang paling penting untuk diperhatikan guna meminimalisir risiko terpapar atau memaparkan virus.

Oleh karena itu, setiap pemudik diharapkan sudah mendapatkan dua dosis vaksin atau bahkan booster. Pastikan orang-orang yang ikut dalam satu kendaraan atau perjalanan bersama memiliki status imunitas yang sama.

Baca juga: Rumah sakit sediakan layanan siaga dan vaksinasi COVID-19 bagi pemudik

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah mengenai gejala. Apabila terdapat gejala seperti batuk, pilek, demam, dia menyarankan pemudik untuk tidak memaksakan diri berpergian dan menunda perjalanan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel