Satgas: Per Senin, 56,1 juta warga telah peroleh vaksinasi booster

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah penduduk Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau vaksin penguat mencapai 56.124.804 jiwa hingga Senin, 1 Agustus 2022.

Siaran pers Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Senin, menunjukkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 tersebut bertambah 16.900 orang.

Dengan demikian, maka laju suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 26,94 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 yakni sebanyak 208.265.720 orang.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 4.803 orang menjadi 170.084.402 orang atau setara 81,67 persen dari total sasaran.

Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 6.960 orang sehingga mencapai 202.485.668 orang atau setara 97,22 persen dari total sasaran.

Baca juga: Kemenkes: Vaksin keempat masyarakat tunggu cakupan booster 50 persen

Baca juga: Bio Farma berupaya Indonesia punya vaksin sendiri di hari kemerdekaan

Pada Senin, Satgas mencatat ada penambahan 3.696 kasus COVID-19 di Indonesia, 4.579 pasien sembuh serta 11 pasien meninggal akibat COVID-19.

Secara nasional, jumlah kasus aktif turun sebanyak 894 kasus menjadi 47.809 kasus aktif.

Perkembangan kasus COVID-19 yang menunjukkan tren peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah mempertimbangkan opsi vaksinasi COVID-19 dosis keempat atau vaksinasi booster kedua.

Baca juga: Epidemiolog: Vaksinasi booster kedua nakes putus mata rantai penularan

Baca juga: Kemendikbudristek terbitkan aturan terbaru terkait PTM

SDM kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19.

Oleh karena itu pemerintah pun menargetkan vaksinasi booster kedua terhadap 1,9 juta masyarakat yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

"Hari ini dibuat edaran ke semua dinas kesehatan dan rumah sakit untuk pelaksanaan booster kedua bagi tenaga kesehatan," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu pada Kamis, 28 Juli 2022.

Baca juga: DKI sebut "BOR" di RS masih 22 persen meskipun kasus meningkat

Baca juga: IDI: Dokter gugur akibat COVID-19 dipengaruhi usia hingga pajanan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel