Satgas: Satu kasus baru COVID-19 muncul di Batam

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat satu kasus baru COVID-19 muncul di Batam sehingga jumlah kasus aktif di kota industri itu menjadi dua orang.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Adi Prihantara, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan kasus aktif di Batam dua hari yang lalu turun dari dua orang menjadi satu orang, dan sekarang kembali menjadi dua orang setelah satu orang warga terinfeksi COVID-19.

Selain Batam, kata dia, kasus aktif COVID-19 di Kepri juga ada di Karimun. Jumlah kasus aktif di Karimun dua orang, yang sejak beberapa hari lalu terdeteksi terinfeksi COVID-19.

"Awalnya ada tiga kasus, namun baru-baru ini satu orang pasien dinyatakan sembuh sehingga tinggal dua kasus di Karimun. Mudah-mudahan segera sembuh," ujarnya.

Baca juga: PPIH: JCH kloter pertama Kepri negatif COVID-19

Baca juga: PPIH Embarkasi Batam siapkan 4 ruang untuk isolasi COVID-19

Lima kabupaten dan kota di Kepri yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Tanjungpinang nihil kasus aktif COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 RI menetapkan Lingga dan Anambas sebagai zona hijau.

Lima daerah lainnya di Kepri yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna masih berstatus sebagai zona kuning atau risiko penularan rendah.

Satgas Penanganan COVID-19 Kepri mengikuti perkembangan Omicron BA.4 dan BA.5, subvarian COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat Kepri diharapkan mewaspadai COVID-19 jenis baru itu, meski berbagai pihak menyatakan tidak berbahaya.

"Kami minta masyarakat menerapkan protokol kesehatan di tempat keramaian dan saat berinteraksi agar tidak tertular COVID-19," ucapnya.*

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Batam lebih banyak terjadi pada pria

Baca juga: Kasus COVID-19 terus menurun, 2 kecamatan di Batam masih zona kuning

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel