Satgas sebut kasus COVID-19 di Kota Bandung semakin terkendali

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan penyebaran kasus COVID-19 di ibu kota Jawa Barat itu semakin terkendali karena kasus aktif terus mengalami penurunan.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan saat ini positivity rate COVID-19 di Kota Bandung berada pada angka 4,35 persen. Angka tersebut menurutnya berada di bawah batas aman organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 5 persen.

"Tapi tetap kewaspadaan itu menjadi hal utama, karena COVID-19 kan belum selesai di Kota Bandung dan secara nasional juga," kata Asep di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Bandung pada awal September 2022, kasus aktif COVID-19 berjumlah di atas 1.000 orang. Sedangkan saat ini angka kasus aktif ada sebanyak 584 orang.

Baca juga: Sekolah-sekolah di Bandung diimbau tiadakan kegiatan ekstrakurikuler

Baca juga: Dinkes Bandung jadikan mal lokasi vaksinasi penguat guna kejar target

Meski begitu, menurut Asep, ratusan kasus aktif yang masih ada itu merupakan kasus kumulatif dari beberapa hari sebelumnya. Sehingga ia pun memastikan penyebaran COVID-19 di kini sangat minim di Kota Bandung dibandingkan awal-awal pandemi.

Selain itu, sejak awal September 2022 tercatat sudah tidak ada kasus kematian akibat COVID-19 di Kota Bandung. Adapun kini tingkat okupansi pasien COVID-19 di rumah sakit pun menurutnya sudah sangat minim.

"Kalau dulu Omicron, angka keterisian rumah sakit hampir di atas 60 persen, tapi kalau sekarang sudah 14,35 persen, jadi sangat jauh," katanya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meski kasus COVID-19 setiap harinya semakin melandai. Kewaspadaan, kata dia, masih harus diterapkan oleh masyarakat.

"Jadi kan masih tetap disyaratkan untuk penerapan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker," kata Asep.*

Baca juga: Kota Bandung bawa spirit pulih dari pandemi pada Asia Africa Festival

Baca juga: PAD Kota Bandung meningkat saat pandemi melandai