Satgas sebut positif COVID-19 naik 366 kasus

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan kasus positif COVID-19 naik sebanyak 366 kasus pada awal tahun 2023, sehingga totalnya menjadi 6.720.181 kasus hingga Minggu pukul 12.00 WIB.

Data satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu, menyebutkan penambahan kasus positif terbanyak terjadi di DKI Jakarta sebanyak 130 kasus, kemudian Jawa Barat 72 kasus, Jawa Timur 35 kasus, Banten 32 kasus, dan Jawa Tengah 23 kasus.

Meskipun cukup rendah, penambahan kasus positif masih diikuti dengan tren kenaikan kasus kematian. Per hari ini, tujuh orang dinyatakan meninggal karena COVID-19. Total orang yang meninggal sebanyak 160.619 orang.

Baca juga: Kemenkes sebut keputusan akhiri PPKM tanda pandemi sangat terkendali

Kendati demikian, kasus aktif turun sebanyak 294 kasus. Menyisakan 9.577 kasus di seluruh Indonesia.

Data satgas juga menyebutkan sebanyak 6.549.985 pasien sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Setelah bertambah 653 pasien. Dengan rincian penambahan terbanyak ada di DKI Jakarta 313 pasien, kemudian Jawa Barat 86 pasien, Jawa Timur 52 pasien, Daerah Istimewa Yogyakarta 43 pasien, dan Lampung 39 pasien.

Satgas juga menyebutkan sebanyak 18.735 spesimen sudah diperiksa di seluruh laboratorium. Hanya saja, 1.158 orang dinyatakan sebagai suspek COVID-19.

Sementara itu, data satgas terkait jumlah orang yang menerima vaksinasi COVID-19 pada hari ini belum terlihat mengalami penambahan.

Baca juga: Kemenkes masih pertimbangkan mekanisme vaksinasi berbayar mulai 2023

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan keputusan pemerintah mengakhiri Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan pertanda bahwa pandemi di Indonesia dalam kondisi sangat terkendali.

"Walaupun PPKM sudah dicabut, semua pihak perlu mengingat bahwa baik dunia maupun Indonesia masih dalam suasana pandemi. Selaras dengan pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan kalau pandemi belum berakhir, baru tanda saja akan berakhir, sehingga harus tetap waspada," katanya.

Ia mengatakan PPKM merupakan salah satu strategi dalam upaya pencegahan COVID-19. Sebab, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah sangat terkendali, yakni ditandai dengan laju kasus di bawah 1.000 dan dalam bulan ini tidak ada lonjakan yang sangat signifikan, termasuk angka hospitalisasi dan kematian.

Selain itu, antibodi masyarakat terhadap virus Corona berdasarkan sero survei sudah mencapai rata-rata 98,5 persen. Indikator itu menunjukkan Bangsa Indonesia sudah memiliki kekebalan melalui vaksinasi dan infeksi.

Baca juga: Kemenkes belum lihat tanda BF.7 akan melonjak di Indonesia

“Meskipun demikian, masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan lonjakan kasus di kemudian hari yang dipengaruhi kemunculan varian baru virus Corona,” ujar dia.