Satgas TNI-FK Uncen berikan layanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG

·Bacaan 1 menit

Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) memberikan pelayanan kesehatan warga Kampung Koya Tengah, Jayapura, Papua.

Dokter Satgas Pamtas Yonif 711/Rks Letda Ckm dr I Kadek Raditya Arya dalam keterangan, Minggu, mengatakan pengobatan massal layanan kesehatan di posyandu untuk lansia merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks bersama mahasiswa FK Uncen terhadap masyarakat, terutama saat pandemi COVID-19 di wilayah perbatasan RI-PNG.

“Tim kesehatan kami selalu siap untuk memberikan pelayanan kepada warga yang sakit, baik mereka yang mendatangi Pos Satgas TNI ataupun kami mendatangi rumah warga secara gratis," ungkapnya.

Baca juga: Satgas TNI Yonif 711 layani kesehatan warga perbatasan RI-PNG

Melalui kerja sama dengan mahasiswa FK Uncen, menurut dia, diharapkan dapat mewujudkan kesehatan warga di wilayah perbatasan RI-PNG.

Sementara itu, salah satu tenaga medis dr Agnes S. Rahayu mengatakan pengobatan yang diberikan kepada warga meliputi pelayanan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kolesterol, gula darah, dan asam Urat.

"Semua keluhan dan konsultasi warga untuk mendapat pelayanan langsung ditangani. Semua berlangsung tertib dan lancar," kata Agnes Rahayu.

Baca juga: Satgas TNI Yonif 403 layani kesehatan ke rumah warga perbatasan
Baca juga: Satgas TNI layani pengobatan langsung di rumah warga perbatasan RI-PNG

Ia mengakui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif 711 dengan FK Uncen disambut positif warga dengan antusias mendatangi lokasi pengobatan.

"Warga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah memberikan pengobatan secara gratis kepada masyarakat di daerah perbatasan RI PNG," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel