Satgas TNI Kembali Hadang Tank Israel yang Ingin Serbu Tentara Lebanon

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas (Satgas) Indobatt XXIII-O/UNIFIL kembali menghadang Tank Merkava milik tentara Israel yang akan menyerang tentara Lebanon yang berada di sekitar perbatasan Blue Line antara Israel dan Lebanon.

Dengan gagah berani prajurit TNI yang bertugas menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon mengibarkan bendera biru PBB di hadapan tiga Tank Merkava Angkatan Bersenjata Israel.

Komandan Satgas XXIII-O/UNIFIL, Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar yang berada di lapangan menjelaskan, ketegangan antara Israel dan Lebanon terjadi di Temporary Point (TP) area 35 dan TP 36 Lebanon Selatan.

Dansatgas mengisahkan, penyebab ketegangan tentara kedua negara itu bermula ketika tentara Lebanon membuat jalan baru atau yang dikenal dengan Lebanese Armed Force (LAF) di Temporary Point (TP) area 35. Pembuatan jalan baru dilakukan karena masih banyaknya ranjau di wilayah perbatasan Lebanon.

“Sebagai bentuk protes pembuatan jalan baru oleh LAF, Israel mengirim tiga unit tank Merkava beserta beberapa prajurit yang berjalan kaki di samping kanan dan kiri tank dan membuka Iron Gate dekat TP 35 untuk dilalui,” kata Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar dalam keterangan resminya, Rabu, 10 Maret 2021.

“Tak berselang lama datang 20 orang tentara LAF dengan bersenjata lengkap dan menempatkan beberapa penembak jitu di atap sebuah rumah kecil di area TP 35,” tambah Dansatgas.

Melihat kejadian tersebut, lanjutnya, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang tengah berjaga di TP 35 dan TP 36 melaporkan kepada komando atas dan langsung direspon oleh markas UNIFIL dengan mengotorisasi pengiriman 47 personel Battalion Mobile Reseved (BMR) Indobatt untuk mendirikan blokade di TP 35 dan TP 36 serta untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Saya perintahkan kepada seluruh personel untuk memperpanjang waktu pemasangan blokade serta selalu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan terburuk dan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan mengingat banyaknya masyarakat sipil yang berdatangan ke lokasi,” katanya.

Baca: Niat Mulia Jenderal TNI Andika Pulihkan Serda Manganang sampai Normal