Satgas TNI Yonif RK 732/Banau Dapatkan Senjata Api dari Warga Maluku

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas Bataliyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau, Kolakops Rem 151 kembali mendapatkan satu pucuk senjata organik laras pendek merk Browning HI-Power Automatic dari seorang warga Maluku.

Senjata lars pendek itu diserahkan oleh salah seorang warga Maluku yang identitasnya dirahasiakan kepada salah satu anggota Satgas Yonif RK 732/Banau, Serka Hadi Sulistyo. Senjata itu diserahkan secara sukarela kepada Serka Hadi Sulistyo jelang Satgas Yonif RK 732/Banau purna tugas dari tugas menjaga teritorial di wilayah itu.

Keberhasilan Serka Hadi itu pun mendapatkan apresiasi dari Komandan Satgas Yonif RK 732/Banau, Letkol Inf Suhendar Suryaningrat.

Letkol Inf. Suhendar meyakini, penyerahan senjata organik dari warga tersebut adalah salah satu bentuk keberhasilan personil Satgas Yonif RK 732/Banau dalam bertugas selama ini.

Dengan melakukan pendekatan teritorial, lanjut Dansatgas, mereka berhasil memanunggalkan personil TNI bersama masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat selama ini, seperti kerja bakti, pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis, dan lain sebagainya.

Dansatgas Yonif RK 732/Banau pun mengucapkan terimakasih kepada prajurit-prajurit Satgas Yonif RK 732/Banau atas pencapaian yang mereka lakukan selama ini.

“Menjelang purna tugas, tentunya saya berpesan agar jaga nama satuan dengan tidak berbuat pelanggaran, serta buat masyarakat di wilayah Pos Satgas merasa aman, nyaman, dan ciptakan suasana kondusif dengan keberadaan kita. Terakhir ciptakan kesan yang baik, dan jaga kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan-kegiatan teritorial selama pelaksanaan Satgas”, kata Dansatgas Letkol Inf.Suhendar Suryaningrat, Rabu, 28 Oktober 2020.

Sementara itu, pemuda yang menyerahkan senjata tersebut mengatakan, dirinya merasa aman dan nyaman serta selalu merasa terbantu dengan keberadaan Satgas Yonif RK 732/Banau. Terutama dengan pelaksanaan giat anjangsana yang dilakukan oleh personil Satgas, membuat dirinya menjadi tenang serta merasa aman dalam melaksanakan segala aktivitas sehari-hari di wilayahnya.

"Hal itu yang mendorong saya untuk menyerahkan senjata api secara sukarela mengingat apa yang telah dilakukan personil Satgas Yonif RK 732/Banau telah membuat kami merasa nyaman," ujarnya.

Untuk diketahui, wilayah Pos Bataliyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau, Kolakops Rem 151 adalah salah satu titik rawan konflik di Maluku. Wilayah itu memiliki sejarah panjang dalam konflik antar-suku pada tahun 1999 silam.

Menurut informasi yang dihimpun militer">VIVA Militer dari Penerangan Kodam XVI Patimura, sampai bulan Juli 2020 lalu pihaknya sudah mendapatkan 35 pucuk senjata api berbagai jenis dari warga sekitar. Rata-rata senjata api itu merupakan senjata bekas konflik horisontal di Maluku tahun 1999 silam.

Baca juga : Prajurit TNI AD Ramai-ramai Datangi Makam Mendiang Jenderal Soeharto