Satgas: Usai PPKM, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali Menurun

·Bacaan 1 menit
Petugas membawa peti mati berisi jenazah korban COVID-19 saat pemakaman di TPU Jombang, Tangerang Selatan, Senin (18/01/2021). Berdasarkan penuturan keluarga, keluarganya meninggal akibat terlambat penanganan karena rumah sakit rujukan COVID-19 penuh. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyampaikan hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali sejak 11 Januari 2021. Dia menyebut, kasus kematian Covid-19 menurun di Pulau Jawa dan Bali selama PPKM.

"Kita melihat ada tren, rata-rata secara umum memang terjadi penurunan angka kematian di kabupaten kota baik yang melaksanakan PPKM maupun non PPKM," katanya saat mengisi Talk Show Covid-19 Dalam Angka di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2021).

Dewi merinci penurunan kasus kematian Covid-19 di enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Di DI Yogyakarta, kasus kematian Covid-19 rata-rata menurun -0,06 persen, DKI Jakarta -0,16 persen dan Jawa Timur -0,09 persen.

Kemudian Jawa Tengah menurun -0,03 persen, Jawa Barat -0,16 persen, Banten -0,30 persen dan Bali -0,46 persen.

"Jadi secara kematian progres dalam dua minggu pelaksanaan (PPKM) ini kita melihat angka perkembangan kematian lebih baik," ujarnya.

Rata-Rata Kasus Kematian Turun

Jika dilihat lebih detail, kata Dewi, dari 77 kabupaten dan kota yang menerapkan PPPKM di Pulau Jawa dan Bali, mayoritas mengalami penurunan angka kematian Covid-19. Tercatat ada 54 kabupaten dan kota memiliki kasus kematian Covid-19 menurun, sedangkan sisanya masih mengalami peningkatan.

"Jadi secara kesimpulan, dari seluruh 77 kabupaten kota, 54 di antara mereka sudah turun angka kematiannya," tandasnya.

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: