Satgas: Vaksin Indovac dan Inavac untuk booster tunggu ITAGI dan BPOM

Satgas Penanganan COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan menyampaikan penggunaan vaksin Indovac dan Inavac untuk dosis booster masih menunggu rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan POM.

"Saya kira kita tunggu ITAGI dan BPOM. Karena kan vaksin baru," ujarnya dalam media briefing "Pentingnya Vaksinasi Booster dalam Melindungi Masyarakat dari Akibat Serius Penyakit COVID-19 Termasuk Rawat Inap dan Kematian" di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, vaksin baru biasanya terlebih dahulu dipakai untuk vaksinasi primer sebelum dijadikan untuk vaksin booster.

"Biasanya dipak dulu buat primer (dosis pertama dan kedua), lalu dilihat hasilnya," katanya.

Baca juga: Kemenkes alokasikan belanja Vaksin Indovac dan Inavac pada 2023

Baca juga: Bio Farma: 80 persen Vaksin IndoVac gunakan komponen dalam negeri

Menurut Dokter spesialis pulmonologi dan pengobatan pernapasan (paru-paru) itu, Vaksin Indovac produksi PT Bio Farma dan Vaksin Inavac produksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia itu tidak menutup kemungkinan digunakan sebagai booster.

"Mudahan-mudahan bisa," ucapnya.

Secara terpisah, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kementeriannya sedang mempersiapkan strategi akselerasi vaksinasi COVID-19 untuk menggenjot vaksin booster.

Menurut Budi, strategi itu akan menyasar minimal 100 juta jiwa penduduk mengakses vaksin booster sebagai upaya mempersiapkan imunitas penduduk bila terjadi gelombang susulan.

Menkes Budi mengatakan Indonesia telah mempersiapkan produksi vaksin COVID-19 booster dalam negeri yang diproduksi PT Biotis (Vaksin Inavac) dan PT Bio Farma (Vaksin Indovac).

"Itu sebabnya saat booster keluar, kita kejar di akhir tahun supaya bisa persiapkan masyarakat yang belum dibooster ketiga," ujarnya.

Baca juga: Bio Farma siap produksi 20 juta dosis IndoVac tahap pertama

Baca juga: Indovac dan Inavac jadi nama vaksin COVID-19 buatan dalam negeri