Satpam Kantor Pajak Tak Tahu Bosnya Ditangkap

TEMPO.CO, Jakarta - Petugas satuan pengamanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor,  Sanusi, lahap menyantap semangkuk soto kuning. Sambil menghabiskan sisa makanan, pria berbadan gempal ini menyeka keringat yang mengalir di wajahnya. »Ada keperluan apa, Mas?” tanya dia ketika Tempo menyambangi pos jaga satpam di sisi kanan gerbang Kantor Pelayanan Pajak Bogor, Sabtu, 14 Juli 2012.

Pria yang biasa disapa Uci itu terdiam sejenak kala Tempo menanyakan kasus penangkapan Kepala Kantor Pajak Bogor Anggrah Suryo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Cibubur, Jumat, 13 Juli 2012, sekitar pukul 10.20. »Saya baru tahu tadi pagi. Itu juga dari berita televisi,” katanya.

Penangkapan bosnya itu membuat para pegawai di Kantor Pajak Bogor terkejut. Apalagi mereka menerima kabar Anggrah Suryo dicokok KPK karena tertangkap tangan menerima duit suap Rp 300 juta setelah dipublikasikan media. »Saya kemarin libur. Baru (Sabtu) ini masuk. Orang dalam enggak ada yang bilang Pak Anggrah ditangkap,” kata Sanusi.

Menurut dia, Anggrah Suryo baru setahun menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor. Tepatnya mulai 31 Maret 2011, terduga penerima suap tersebut menjadi Kepala KPPP Bogor. Selama bertugas di Bogor, Anggrah tidak tinggal di rumah dinas yang terletak di belakang kantor. »Dia pulang ke rumahnya. Katanya di daerah Cibubur.”

Namun Sanusi maupun koleganya sesama satpam, Rahmat Hidayat, mengaku tidak tahu persis alamat rumah Anggrah Suryo. Sebab, menurut kedua satpam itu, selama menjadi Kepala Kantor Pajak Bogor, Anggrah dan para pejabat di kantor itu tidak dekat dengan pegawai level bawah. »Jangankan tingkat kepala, para kasie (kepala seksi) saja enggak pernah berbaur dengan kami,” kata Rahmat.

Untuk itu, kedua satpam itu mengaku tidak mengetahui sepak terjang para pejabat Kantor Pelayanan Pajak Bogor. Pun dengan adanya kasus penangkapan Anggrah Suryo, Sanusi maupun Rahmat mengaku hanya bisa prihatin dan berharap masalah yang menimpa bosnya tersebut cepat selesai. »Sekarang Pak Anggrah sudah dibawa ke Bandung, ya,” kata dia setengah bertanya.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita Terpopuler

Tim Sukses Foke-Nara: Jangan Maling Teriak Maling

Bagaimana Cara Naik Taksi Mewah ini

Ini Strategi Foke-Nara di Putaran Kedua

Papua Nugini Tangkap 29 Kanibal

Tebak Juara Babak Kedua Jokowi vs Foke

Ditekuk Garuda, Pepe dan Arbeloa Puji Indonesia

Taksi Mewah Jajaki Jakarta

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.