Satpel: 3.894 pemudik lewat Terminal Simpang Nangka Rejang Lebong

Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Tipe A Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menyebutkan jumlah pemudik yang lewat di tempat itu terhitung H-7 hingga H+6 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai 3.894 orang.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Simpang Nangka, Martin di Rejang Lebong, Senin, mengatakan armada angkutan lebaran yang masuk ke terminal tersebut adalah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang berasal dari Provinsi Bengkulu jurusan ke sejumlah kota di Jawa dan Sumatera.

"Arus balik sampai hari besok sudah full booking. Jumlah penumpang arus mudik dan balik yang keluar masuk Terminal Tipe A Simpang Nangka terhitung H-7 sampai H+6 Lebaran Idul Fitri mencapai 3.894 orang," kata dia.

Dia menjelaskan, jumlah arus mudik dan balik ini akan terus bertambah mengingat hari terakhir yakni H+7 (10/5) belum dihitung, jumlah pemudik ini bisa diketahui masyarakat umum karena tercatat di Sistem Informasi Angkutan Darat dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI) Kementerian Perhubungan.

Jumlah arus balik di terminal daerah itu, kata dia, paling banyak terjadi pada Sabtu dan Minggu (7-8/5) yakni sebanyak 653 orang dan 488 orang.

Baca juga: H+4 Lebaran, 18.770 kendaraan kembali ke Jawa lewat Tol Trans Sumatera

Sementara itu, Ucok (40) pemilik loket PO CSH mengatakan jumlah penumpang arus balik ini terbanyak pada Sabtu dan Minggu kemarin, bahkan pada hari Minggu pihaknya melakukan penambahan armada satu unit bus medium guna memberangkatkan seluruh penumpang.

"Penumpang yang naik dari Terminal Simpang Nangka ini berasal dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong. Para penumpang ini semuanya tujuan Terminal Kalideres Jakarta," jelas dia.

Para penumpang yang naik di PO CSH jurusan Curup (Rejang Lebong)-Jakarta ini, tambah dia, dikenakan tiket sesuai tarif Tuslah sebesar Rp600.000 per orang. Harga tiket ini berlaku hingga Selasa (10/5) dan selanjutnya akan kembali normal Rp450.000 per orang.

Menurut dia, pada musim lebaran tahun ini jumlah pemudik sudah mulai normal atau sudah kembali ramai seperti sebelum pandemi COVID-19, mengingat dua tahun belakangan tidak ada pemudik karena adanya pembatasan oleh pemerintah akibat penyebaran virus mematikan itu.

Baca juga: Penumpang arus balik dengan bus di Rejang Lebong mulai turun

Baca juga: Arus balik Lebaran dari Bengkulu didominasi bus tujuan Jawa

Baca juga: Pemudik asal Mukomuko dominasi arus balik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel