Satpol PP di Solo Diintimidasi, Polisi Buru Pelakunya

·Bacaan 1 menit

VIVA - Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan intimidasi warga terhadap Satpol PP saat menertibkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Pasar Klitikan, Notohadjo, Solo pada Minggu, 4 Juli 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Al-Qudusy, mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Kemudian, pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus dugaan intimidasi kepada Satpol PP tersebut.

“Saat ini, Unit Resmob Satreskrim Polresta Surakarta masih melakukan upaya penyelidikan terhadap keberadaan target, orang yang muncul dalam video diduga sebagai pelaku dengan ciri pakai kaos warna putih hitam, perawakan tinggi besar dan berjenggot,” kata Iqbal melalui keterangannya pada Selasa, 6 Juli 2021.

Selain itu, Iqbal mengatakan pihaknya akan meminta keterangan saksi ahli pidana dan ahli bahasa untuk melengkapi berkas perkara tersebut. Menurut dia, pemeriksaan saksi ahli terkait penerapan pasal terhadap unsur pidana yang ditemukan dalam kasus dugaan intimidasi kepada Satpol PP.

“Kemudian memeriksa saksi-saksi dari Satpol PP ada 3 orang yang terlihat di video kejadian, saksi masyarakat di TKP, saksi dari komunitas paguyuban pedagang, melakukan olah TKP, mengumpulkan alat bukti dan barang bukti berupa surat tugas dari institusi Satpol PP,” ujarnya.

Baca juga: Nekat Buka Saat PPKM Darurat, Sawangan Golf Diberi Garis Polisi

Atas kasus tersebut, Iqbal mengatakan pihak yang diduga melakukan intimidasi disangka melanggar Pasal 335 Ayat (1) ke-1 atau Pasal 212 KUHP, dan atau Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. Terhadap Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP dapat dikenakan penahanan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel