Satpol PP DKI: Kerumunan Perayaan Kemenangan Persija Hanya Spontanitas

Daurina Lestari, Willibrodus
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tim sepakbola Persija, berhasil menyabet Piala Menpora, usai menaklukkan Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, Minggu malam, 25 April 2021. Kemenangan Persija ini pun disambut riuh pendukung yang tumpah ruah di jalanan ibu kota di saat pandemi COVID-19 masih menjadi malapetaka yang menakutkan.

Aparat kepolisian pun mengambil langkah untuk mencari tahu otak di balik berkumpulnya massa yang berbondong-bondong hingga memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat. Namun, di saat Polisi masih melakukan penyelidikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) DKI berkesimpulan, bahwa kerumunan itu hanyalah spontanitas belaka.

Dalam sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, tampak para pendukung Persija itu tumpah ruah di jalanan protokol ibu kota sejak Minggu malam hingga Senin dini hari, 26 April 2021. Mereka berkonvoi dengan sepeda motor lalu berkumpul di Bundaran HI, yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Balai Kota DKI Jakarta.

Di Bundaran HI, massa pendukung Persija itu membakar kembang api, bernyanyi, sembari menyanjung tim kesayangannya. Ada pula yang masuk hingga kolam Bundaran HI itu.

Kerumunan pesta kemenangan itu berakhir setelah dibubarkan aparat kepolisian, karena dinilai telah melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pembubaran dilakukan sejak pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Sejumlah peserta perayaan itu juga diamankan aparat.

Kepala Satpol PP DKI, Arifin mengatakan, kerumunan para pendukung Persija di Bundaran HI itu adalah spontanitas belaka. Menurut Arifin, massa itu berkumpul setelah Persija memenangkan pertandingan atas Persib Bandung.

"Kan munculnya spontanitas. Setelah selesai pertandingan, tiba-tiba dari berbagai tempat muncul menuju satu lokasi," kata Arifin, Selasa 27 April 2021.

Arifin mengaku, pihaknya sudah berupaya membubarkan massa kerumunan itu. Namun, personel Satpol PP tak berkutik sebab banyaknya peserta yang berkumpul untuk merayakan kemenangan itu.

"Kita bubarkan, kita sudah imbau untuk bubar dan sebagian jalan. Lalu sebagian datang lagi secara bertahap," sebutnya.

Lantaran dinilai hanya spontanitas belaka, lanjutnya, tak akan melayangkan surat ke pihak Persija. "Ini kan spontanitas dari masyarakat, bukan Persija," katanya.

Sedangkan pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada pihak yang mengajak menghadiri perayaan itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, menyampaikan, bahwa pihaknya telah memulangkan 65 peserta perayaan yang diamankan setelah dimintai keterangan dan terbukti negatif COVID-19.

"Dari pemeriksaan yang berlangsung hingga Senin pagi, tidak ditemukan adanya ajakan tersebut. Menurut keterangan 65 orang itu, mereka berkumpul di Bundaran HI karena dianggap sebagai ikon Persija," kata Yusri kepada wartawan di Jakarta.

Kendati demikian, tambah Yusri, pihaknya akan terus menyelidiki kasus kerumunan itu. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah ada ajakan berkumpul untuk merayakan kemenangan itu melalui media sosial.

Pihak klub Persija Jakarta dan pengurus Jak Mania yang merupakan kelompok pendukung Persija akan dimintai keterangan oleh kepolisian dari Polda Metro Jaya.

"Beberapa orang pengurus Jak Mania dan Persija kemungkinan akan kita panggil sembari menunggu hasil pendalaman oleh penyidik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania Dicky Soemarno mengklaim, bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengimbau para pendukung Persija untuk tidak merayakan kemenangan dengan cara berkonvoi. Namun, nyatanya imbauan tersebut tak dihiraukan oleh sebagian pendukung Tim Macan Kemayoran.

"Kita sudah melakukan imbauan dan arahan untuk tetap berada di rumah," ujar Dicky.

Dicky menjelaskan, dirinya belum menerima surat panggilan klarifikasi dari pihak kepolisian terkait kasus kerumunan Jakmania di Bundaran HI dan beberapa titik lainnya. Meski begitu, dia memastikan siap untuk datang jika dipanggil.

"Kita komunikasi dan koordinasi kok dengan Polda Metro Jaya," jelasnya.